Genjot PAD, BPPRD Kota Jambi Segera Tambah 200 Tapping Box

Genjot PAD, BPPRD Kota Jambi Segera Tambah 200 Tapping Box
Subhi, Kepala Badan Pengelola Pajak dan Retsibusi Daerah (BPPRD) Kota Jambi. (Dewi/brito.id)

BRITO.ID, BERITA JAMBI - Pemkot Jambi melalui Badan Pengelola Pajak dan Retribusi Daerah (BPPRD) Kota Jambi, akan menambah 200 Tapping Box lagi pada 2019. Setelah sebelumnya sudah dipasang sebanyak 200 Tapping Box di hampir seluruh hotel dan tempat hiburan di Kota Jambi. Hasilnya, Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Jambi semakin meningkat.

Disampaikan Subhi, Kepala Badan Pengelola Pajak dan Retsibusi Daerah (BPPRD) Kota Jambi, hingga kini peningkatan PAD cukup terasa meningkat setelah dipasangnya tapping box yang berfungsi untuk merekam transaksi di meja kasir. 

“Hasil evaluasi dari pemasangan 200 Tapping Box itu sudah sangat baik. Meskipun ada beberapa pemilik usaha yang nakal sehingga Tapping box-nya kita segel, namun hingga saat ini peningkatan PAD cukup signifikan,” ungkapnya.

Subhi mengatakan bahwa kenaikan PAD terasa meningkat  setelah dipasang tapping box di empat jenis pajak. Yakni pajak restoran, pajak hotel, pajak mall dan parkir. Sebagian besar PAD diempat sektor pajak sudah mencapai 73 persen.

“Pemakaian Tapping Box ini sangat berpengaruh besar terhadap PAD kita. Rata-rata empat jenis pajak yang menggunakan alat ini realiasinya mencapai 73 persen,” bebernya. 

Lanjutnya, pada 2019 ini direncanakan Pemkot akan kembali memasang 200 tapping box lagi. Hanya saja memang proses tender di Bank Jambi sebagai pihak penyedia belum terealisasi. 

“Kita masih koordinasi dengan Bank Jambi sebagai penyedia. Hingga saat ini memang belum terealisasi karena masih dalam proses mencari rekanan,” tambahnya.

Sementara M Fauzi, Wakil Ketua DPRD Kota Jambi, dengan adanya 200 Tapping Box meningkatkan PAD Kota Jambi cukup berpengaruh dari tahun ke tahun. Ini karena memang pengawasan yang dilakukan oleh instansi terkait cukup ketat. Sehingga PAD semakin meningkat pula.

“Kita akui dengan adanya Tapping Box ini, PAD semakin meningkat khususnya untuk pajak hiburan. Apalagi pengawasan yang cukup ketat dari BPPRD. Bahkan beberapa pemilik usaha yang nakal, juga sempat dilakukan penyegelan terhadap tapping boxnya. Sehingga mereka tidak bisa lagi memainkan jumlah pajak yang harus mereka bayarkan,” pungkasnya. (RED)

Reporter : Dewi Anita