Puluhan Kambing Bantuan Mati, Kadis Sebut Karena Banjir dan Kurang Gizi

Puluhan Kambing Bantuan Mati, Kadis Sebut Karena Banjir dan Kurang Gizi
Ilustrasi (ist)

BRITO.ID, BERITA MUAROJAMBI - Pemerintah melalui Dinas Perkebunan dan Peternakan (Disbunnak) Muarojambi menggelontorkan bantuan kambing pada tahun anggaran 2017 lalu.

Bantuan ini diberikan bagi warga Desa Talangbelido, Kecamatan Sungaigelam, Desa Pulaumentaro, Kecamatan Kumpeh Ulu, Desa Maropijoan, Kecamatan Jaluko dan Desa Kedotan, Kecamatan Sekernan. 

Namun bantuan ini terindikasi bermasalah. Pasalnya, ternak kambing bantuan Pemkab Muarojambi itu banyak yang mati setelah disalurkan kepada penerima bantuan. 

Informasi didapat BRITO.ID, kambing bantuan pemerintah itu mengalami kematian secara massal. Jumlah kambing yang mati mencapai 40 ekor. Kematian kambing bantuan pemerintah itu salah satunya terjadi di Desa Kedotan, Kecamatan Sekernan. 

Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan Muaro Jambi, Zulkarnain dikonfirmasi membenarkan bahwa bantuan ternak kambing tersebut memang ada yang mati. Namun, jumlahnya tidak sampai 40 ekor. 

"Memang ada yang mati, tapi cuman 10 ekor. Kalau dak salah di Desa Kedotan, " kata Zulkarnain, Kamis (11/7).

Zul menyebut jumlah pengadaan kambing tersebut sebanyak 40 ekor. Masing-masing desa mendapat bantuan 10 ekor kambing. Dia bilang penyebab kematian kambing bantuan di Desa Kedotan kemungkinan karena salah urus. Kambing bantuan dilepas liarkan para penerima sehingga kambing mengalami kurang gizi. Dampak kekurangan gizi itu mengakibatkan kambing bantuan menjadi kurus dan akhirnya mati. 

"Ternak kambing itu juga kebanyakan dikasih rumput, makanya jadi kurang gizi. Harusnya dikasih makan daun-daunan. Karena pada dedaunan banyak mengandung obat-obatan," kata Zulkarnain.

Menurut Zulkarnain, kambing bantuan yang diterima warga Desa Talang Belido, Pulau Mentaro maupun yang di Desa Maro Pijoan, sudah berkembang biak. Berbeda halnya dengan yang di Desa Kedotan. Perkembangan kambing kurang baik karena daerahnya sering terkena banjir. Peternak menjadi kesulitan mengarit rumput hijauan pakan. 

"Ternak kambing pada prinsipnya setiap hari memerlukan lk.96 jenis daun daunan untuk memenuhi kebutuhan gizi hariannya agar dapat berkembang dengan sehat," kata Zul. 

Lebih lanjut Zul menyebut, lantaran hanya diberi rumput hijauan satu jenis tertentu saja, maka  ternak kambing bantuan di Desa Kedotan cenderung mengalami gizi buruk.

" Kalau sudah terserang gizi buruk,  kondisi kambing menjadi lemah dan mudah terserang penyakit dan akhirnya mudah sekali mati," kata Zulkarnain. (RED)

Kontributor : Romi R