Anggaran Dipotong, Muarojambi Terancam Tidak Bisa Ikut Porprov

Menghadapi gelaran Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jambie2021 yang bakal dilaksanakan di bulan November ini, Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Muarojambi dilema.

Anggaran Dipotong, Muarojambi Terancam Tidak Bisa Ikut Porprov
Ketua KONI Muarojambi Patahila (ist)

BRITO.ID, BERITA MUAROJAMBI - Menghadapi gelaran Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jambie2021 yang bakal dilaksanakan di bulan November ini, Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Muarojambi dilema. 

Ibarat memakan buah simalakama, dimakan mati emak tak dimakan mati bapak. Untuk diketahui pada pada awal tahun lalu, KONI Muarojambi sudah mengajukan proposal anggaran yang sudah inklud dengan semua kegiatan. Baik untuk Porprov dan kegiatan lainnya sebesar Rp9 milyar.

"Namun karena alasan refocusing, anggaran KONI yang disetujui hanya Rp550 Juta. Itulah untuk operasional kita," kata Ketua KONI Muarojambi Patahila Selasa (6/4/21).

Patahila menyebut, dengan anggaran yang ada saat ini, mustahil rasanya KONI Muarojambi bisa mengirimkan atletnya pada Porprov yang akan datang. Namun jika tidak mengirimkan atlet, maka akan dijatuhi sanksi oleh KONI Pusat. 

"Kalau kita tahun ini tidak mengirimkan atlet pada Porprov itu, maka sanksinya kita tidak bisa ikut dua kali Porprov. Makanya kita adakan rapat hari ini, kita satukan persepsi langkah apa yang kita ambil, agar pemerintah daerah Muarojambi memperhatikan hal ini,” sebut Patahila. 

Dari hasil rapat tersebut, pengurus KONI Muarojambi sepakat akan menghadap Bupati dalam waktu dekat ini. Kata dia, satu-satunya jalan yang harus diambil agar atlet Muarojambi di 30 cabor bisa berlaga di ajang bergengsi itu, KONI kembali mengajukan tambahan biaya sekitar Rp3 milyar pada APBD-Perubahan.

“Kita sadar betul bahwa tidak boleh menerima hibah 2 kali dalam setahun. Makanya untuk Porprov itu, kita bentuk kegiatannya di Dinas Pemuda dan Olahraga Kabupaten Muarojambi,” katanya. 

Ditambahkannya, untuk jumlah atlet Muarojambi dari 32 cabang yang dilombakan itu, sebanyak 419 atlet, dan 450 orang official.

“Jadi kalau kita tidak ikut dalam Porprov tahun ini, kita khawatir atlet-atlet kita akan pindah ke kabupaten lain, jadi kan kasian, mereka sudah capek-capek latihan, tapi pas ada wadahnya untuk bertanding, malah mereka tidak bisa ikut," kata Patahila.

Penulis: Raden Romi
Editor: Rhizki Okfiandi