Duit Ketok Palu Fraksi PKS, Hakim: Kenapa Baru Dikembalikan 2019 Apa Nunggu Dingin Dulu Uangnya?

Duit Ketok Palu Fraksi PKS, Hakim: Kenapa Baru Dikembalikan 2019 Apa Nunggu Dingin Dulu Uangnya?
Saksi Rudi Wijaya dan Arrahmat saat menjalani sidang. (Hendro/brito.id)

BRITO.ID, BERITA JAMBI - Arrahmat Eka Putra dan Rudi Wijaya, mantan anggota dewan yang turut dipanggil menjadi saksi mengungkapkan sejumlah kesaksiannya.  Dihadapan majelis hakim, yang dipimpin Hakim Yandri Roni, dan dua anggotanya. 

Dalam keterangannya, Arrahmat yang merupakan mantan dewan dari Fraksi PKS mengakui, uang jatah fraksinya sebesar Rp300 juta, untuk 3 orang. Uang tersebut telah diterima. 

"Waktu itu terima Rp300 juta untuk 3 orang. Yang menyalurkan ketua Fraksi kami, Zainal Abidin," katanya.

Namun uang tersebut pada akhirnya dikembalikan, pada tahun 2019 kemarin. Hal tersebut mengundang pertanyaan bagi Hakim maupun Jaksa. 

"Loh kenapa lama sekali baru sadarnya? Kenapa baru tahun 2019 dikembalikan? apa nunggu dingin dulu uangnya?" tanya Hakim Yandri Roni.

Mendapat pertanyaan yang sama baik hakim dan jaksa KPK, saksi tak dapat menjawab. Begitu juga Rudi Wijaya, yang satu fraksi bersama Arrahmat. Saksi hanya beralasan tak tahu cara mengembalikannya. 

"Bingung yang mulia, karena tidak tahu kembali kemana, jadi uang itu di simpan dulu, setelah rapat dengan Rudy Wijaya" akunya.

Penulis: Hendro Sandi
Editor: Ari