Kadinsos Kota Jambi Sebut Rumah Sakit Sering Menolak Penanganan Pasien dengan Gangguan Jiwa

Dinas Sosial Kota Jambi tengah mempersiapkan klinik untuk merawat orang terlantar dan orang dengan gangguan jiwa (ODGJ). Pasalnya, beberapa kali orang terlantar dan ODGJ yang membutuhkan penanganan medis, ditolak oleh pihak Rumah Sakit.

Kadinsos Kota Jambi Sebut Rumah Sakit Sering Menolak Penanganan Pasien dengan Gangguan Jiwa
Kadinsos Kota Jambi Noviarman (ist)

BRITO.ID, BERITA JAMBI - Dinas Sosial Kota Jambi tengah mempersiapkan klinik untuk merawat orang terlantar dan orang dengan gangguan jiwa (ODGJ). Pasalnya, beberapa kali orang terlantar dan ODGJ yang membutuhkan penanganan medis, ditolak oleh pihak Rumah Sakit. 

Kepala Dinsos Kota Jambi, Noviarman menyebutkan selama 9 bulan dirinya menjabat, sudah lebih dari 3 kali pihaknya mendapatkan penolakan yang dimaksud. 

"Kadang orang terlantar yang tiba di kantor kami keadaannya sakit. Ketika kami bawa ke RS tertentu, banyak yang menolak. Ketika dibawa ke rumah sakit (umum), dikatakan ODGJ. Lalu, saat dibawa ke rumah sakit untuk menangani ODGJ, dikatakan sakit medis. Jadi, bertolak-tolakan," ungkap Noviarman saat ditemui di ruang kerjanya, Jum'at 1 Oktober 2021.

Noviarman menjelaskan terkait pihak Rumah Sakit menolak orang terlantar itu mungkin bisa dimengerti. Apalagi kondisi jiwa seseorang sulit diketahui dalam sekejap, apakah masuk kategori ODGJ atau bukan.

"ODGJ itu kadang kumat, kadang tampak tenang. Ketika ngamuk, itulah yang dikhawatirkan, karena dapat menganggu pasien lain," ujarnya. 

Dari pengalaman itulah Dinsos Kota Jambi menghadirkan inovasi, yakni klinik untuk merawat orang terlantar dan ODGJ yang fisiknya sakit. Juga agar perawatan medis dapat segera dilakukan.

Dikatakan Noviarman pihaknya telah berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Jambi, sehingga tenaga medis dari puskesmas terdekat direkomendasikan untuk bertugas di klinik itu.

"Terkait alat kesehatan, kami dapat respon yang baik dari dinas kesehatan untuk menyiapkannya," kata dia. 

Noviarman juga mengatakan, Ruangan klinik yang tengah dipersiapkan ini berada di Rumah Singgah Dinas Sosial Kota Jambi. Terhadap itu pihak dinkes sudah memeriksa kelayakannya.

"Harapan saya klinik ini dapat terwujud. Kita lagi diskusikan namanya," tuturnya. 

Lebih lanjut, Noviarman menambahkan pihaknya bukan setiap hari menangani orang terlantar dan ODGJ. Namun, dalam satu minggu bisa sampai 3 kali. Sebab ODGJ ini tidak bisa berlama-lama di Dinsos Kota Jambi, karena tidak ada petugas khusus untuk mengobatinya. 

"Ketika perawatan medisnya sudah baik (melalui klinik di Rumah Singgah), kita rujuk ke rumah sakit jiwa untuk pengobatan jiwa dan psikisnya. Tapi, kami mungkin minta juga obat penenang untuk sementara," tutupnya. 

Kontributor: Loadry Apryaldo
Editor: Rhizki Okfiandi