Kesal Tidak Diberi Pinjaman, Pria di Muarojambi Ini Tega Habisi Atasannya Sendiri

Polisi berhasil mengungkap kasus penemuan mayat di RT 15 KM 43, Desa Bukitbaling,Kecamatan Sekernan,Kabupaten Muarojambi.

Kesal Tidak Diberi Pinjaman, Pria di Muarojambi Ini Tega Habisi Atasannya Sendiri
Konferensi Pers yang Dilaksanakan Polres Muarojambi (ist)

BRITO. ID, BERITA MUAROJAMBI - Polisi berhasil mengungkap kasus penemuan mayat di RT 15 KM 43, Desa Bukitbaling,Kecamatan Sekernan,Kabupaten Muarojambi. 

Korban bernama Damson Manurung, laki-laki paruh baya warga Kecamatan Alambarajo Kota Jambi. Pelaku pembunuhan tersebut ternyata karyawannya sendiri bernama Aji Pratama. 

Lantaran kasus ini, Aji Pratama terancam maksimal hukuman mati atau hukuman penjara seumur hidup. Aji Pratama disangkakan pasal 340 dan 338 tentang pembunuhan berencana.

Fakta terbaru diungkap penyidik kepolisian. Ternyata, pelaku sudah mempersiapkan lubang tempat korban akan dikubur sehari sebelum korban dieksekusi. 

"Pelaku ini baru kerja 3 bulan sebagai buruh di tempat korban. Ternyata tersangka sudah mempersiapkan kuburan untuk korban. Tersangka sudah menggali lubang, korban (usai dibunuh) dimasukkan ke dalam lubang dan dikubur," kata Kapolres Muarojambi AKBP Yuyan Priatmaja dalam konferensi pers di Mapolres Muarojambi Senin (4/10/21). 

Kata Kapolres, berdasarkan hasil autopsi, otak atau tulang rahang korban sebelah kiri korban retak. Retak ini lantaran korban dipukul menggunakan cangkul oleh pelaku. 

"Selesai dibunuh, korban diseret ke lokasi lubang yang sudah digali untuk dikuburkan. Sebagai alibi, pelaku melaporkan kasus kehilangan ke Polres Muarojambi," kata Kapolres. 

Kasat Reskrim Muarojambi AKP Khairunnas menjelaskan kasus terungkap lantaran polisi curiga terhadap gerak gerik dan keterangan pelaku yang tak sinkron. 

"Setelah diinterogasi pelaku akhirnya mengakui perbuatannya," kata Kasat. 

Sementara itu, Arji Pratama sang pelaku mengaku menyesal atas perbuatannya tersebut. Pelaku mengaku berbuat seperti itu lantaran kesal tak dikasih pinjaman uang oleh korban. 

"Beliau bos kita. Saya kesal karena mau pinjam uang tapi tidak dikasih. Saya menyesal bang," kata Arji Pratama dengan wajah tertunduk. 

Penulis: Raden Romi
Editor: Rhizki Okfiandi