Lempar Adik Kandung Dengan Batu Giling, Hakim: Perbuatan Kamu Amat Menakutkan

Seorang pemuda warga Kelurahan Solok Sipin, Kecamatan Danau Sipin, Kota Jambi, terpaksa berurusan dengan hukum, dan dijatuhi hukuman 1,5 tahun penjara oleh Hakim Pengadilan Negeri Jambi.

Lempar Adik Kandung Dengan Batu Giling, Hakim: Perbuatan Kamu Amat Menakutkan
Proses Persidangan di Pengadilan Negeri Jambi (Hendro Sandi/BRITO.ID)

BRITO.ID, Berita Jambi - Seorang pemuda warga Kelurahan Solok Sipin, Kecamatan Danau Sipin, Kota Jambi, terpaksa berurusan dengan hukum, dan dijatuhi hukuman 1,5 tahun penjara oleh Hakim Pengadilan Negeri Jambi.

Hukuman diberikan kepada terdakwa yang bernama Zulhen Arif alias Arif Nyamuk, karena terbukti melakukan ancaman yang melanggar Pasal 335 Ayat (1) ke-1 KUHPidana.

"Menjatuhkan hukuman kepada terdakwa selama 1 tahun 6 bulan penjara," kata Hakim Yandri Roni, Selasa (30/6).

Hakim Yandri Roni mengatakan, hukuman tersebut pantas diberikan karena terdakwa telah beberapakali masuk penjara. Bahkan perbuatannya terbilang amat menakutkan.

"Semoga kamu tobat ya dari hukuman ini," kata hakim.

"Karena perbuatan kamu ini amat menakutkan!" sebut hakim.

Dari dakwaan jaksa, terungkap jika perkara ini terjadi ketika terdakwa meminta adik kandungnya, yang bernama Putri untuk memindahkan sepeda motor milik paman terdakwa. 

Namun perintah tersebut justru ditolak Putri. Sontak hal tersebut menimbulkan kemarahan terdakwa dan langsung melempar sebuah batu giling ke arau Putri. Beruntung batu tersebut meleset.

Tak sampai disitu, teman terdakwa yang bernama Ilham yang berada dilokasi pun sempat meredam kemarahan terdakwa, namun lagi-lagi terdakwa tak terima dan melempar Ilham dengan sebuah parang. Senjata tajam itu pun masih meselet.

Kejadian ini berujung laporan ke Polisi dan terdakwa pun langsung ditangkap dirumahnya.

"Kemarin kamu waktu pembelaan disuruh nangis tidak bisa. Harusnya kalau minta keringanan itu jangan pakai wajah seram," sebut hakim.

Sebelumnya oleh Jaksa Kejati Jambi, terdakwa dinyatakan terbukti secara melawan hukum, memaksa orang lain supaya melakukan, tidak melakukan atau membiarkan sesuatu, dengan memakai kekerasan atau dengan memakai ancaman kekerasan, baik terhadap orang itu sendiri maupun orang lain.

Penulis: Hendro Sandi
Editor: Rhizki Okfiandi