Meski Banyak Murid Belum Divaksin, Pemkot Jambi Segera Gelar PTM 4 Oktober

Pemerintah Kota Jambi akan mengadakan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) atau interaksi langsung di sekolah, walaupun saat ini semua guru dan murid (anak di atas usia 12 tahun) yang belum divaksinasi. Pelaksanaan PTM ini dimulai pada tanggal 4 Oktober tahun 2021 mendatang.

Meski Banyak Murid Belum Divaksin, Pemkot Jambi Segera Gelar PTM 4 Oktober
Konferensi Pers yang Dilaksanakan Pemkot Jambi (ist)

BRITO.ID, BERITA JAMBI - Pemerintah Kota Jambi akan mengadakan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) atau interaksi langsung di sekolah, walaupun saat ini semua guru dan murid (anak di atas usia 12 tahun) yang belum divaksinasi. Pelaksanaan PTM ini dimulai pada tanggal 4 Oktober tahun 2021 mendatang. 

Untuk itu, Pemkot Jambi mengadakan rapat koordinasi bersama kepala sekolah tingkat PAUD hingga SMP se-Kota Jambi, untuk mengenai persiapannya. 

Dalam rapat tersebut terungkap masih ada murid yang belum divaksinasi, walaupun usianya sudah cukup. Orang tuanya tidak setuju, lantaran ada keluarganya yang diduga terkena efek samping vaksinasi Covid-19. 

Kendati demikian, pihaknya akan memberikan edukasi lagi tentang vaksinasi Covid-19. Apalagi efek samping yang dimaksud masih belum diketahui pasti penyebabnya. 

"Keluarga dan anak akan menjalani konsultasi dengan tenaga kesehatan. Tetap dianjurkan dan diajak terus, karena semuanya untuk kebaikan," kata Maulana, Rabu 29 September 2021.

"Sedangkan yang (guru) belum divaksinasi, itu bukan karena tidak mau. Tapi karena ada penyakit (komorbid)," sambungnya. 

Sedangkan terhadap para guru dan murid (berusia 12 tahun) yang tidak bisa divaksinasi lantaran ada penyakit atau kondisi tidak bisa menerima vaksin Covid-19. Namun masih bisa mengikuti PTM dengan membawa surat keterangan dari dokter. 

Meskipun untuk orang tua atau wali murid yang belum siap dengan PTM, dapat mengikuti pembelajaran dengan sistem daring atau jarak jauh. 

Maulana menuturkan, PTM kali ini tidak melupakan pembelajaran untuk membangun karakter. 

"Hal-hal yang berkaitan dengan karakter, motivasi, kebiasaan hidup, ini yang akan berikan muatan pada saat PTM," tuturnya. 

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kota Jambi, Mulyadi mengatakan PTM dilaksanakan murid secara bergantian. Dilakukan selama 3 jam per hari. 

"Sesuai dengan arahan Wali Kota Jambi, karena PTM terbatas, pelaksanaannya dibagi 50 persen grup A dan B. Misalnya, grup A masuk PTM, grup B belajar secara daring (secara bergantian)," kata Mulyadi. 

Mulyadi juga mengatakan terhadap sekolah-sekolah yang ada di Kota Jambi sudah menjalankan PTM, dengan tidak melupakan aspek kesehatan. Fasilitas untuk menjalankan protokol kesehatan sudah tersedia di sekolah. 

"Kita mohon kerja sama dan dukungan, karena PTM ini sudah dirindukan para murid dan orang tua," ujarnya. 

Mulyadi menyebutkan, pendidik dan tenaga pengajar (PTK) yang sudah divaksinasi mencapai 89 persen. Sedangkan untuk pelajaran di Kota Jambi yang sudah divaksinasi sekitar 72 persen. 

Mulyadi menambahkan, pengadaan PTM di Kota Jambi nantinya dapat menjadi bantahan rumor buruk tentang penyelenggaraannya. 

"Hoax yang berkembang dapat terbantahkan dengan bukti mereka (guru) dapat mengajar dengan baik. Kita berharap dengan PTM komunikasi dapat terjalin," pungkasnya. 

Kontributor: Loadry Apryaldo
Editor: Rhizki Okfiandi