Meski Level PPKM Turun, Bandara Sultan Thaha Jambi Tetap Berlakukan Syarat Vaksin dan PCR

Meski Kota Jambi telah menduduki PPKM Level 3, Bandara Sultan Thaha Jambi hingga saat ini masih menerapkan sertifikat vaksin dan tes PCR swab sebagai syarat wajib penerbangan.

Meski Level PPKM Turun, Bandara Sultan Thaha Jambi Tetap Berlakukan Syarat Vaksin dan PCR
Penumpang yang Berada di Bandara Jambi (ist)

BRITO.ID, BERITA JAMBI - Meski Kota Jambi telah menduduki PPKM Level 3, Bandara Sultan Thaha Jambi hingga saat ini masih menerapkan sertifikat vaksin dan tes PCR swab sebagai syarat wajib penerbangan.

EGM Bandara Sultan Thaha Jambi, Agus Supriyanto mengatakan untuk syarat penebangan sendiri pihaknya mengacu kepada instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 43 dan 44 Tahun 2021.

“Efektifnya, kami mengikuti SE 44 Tahun 2021,” kata Agus, Sabtu 2 Oktober 2021.

Secara rinci, untuk penerbangan domestik antar bandara di wilayah Jawa-Bali, penumpang diwajibkan menunjukkan kartu vaksin minimal vaksinasi dosis pertama. 

Bagi yang baru vaksin dosis pertama harus menunjukkan surat keterangan hasil negatif tes RT-PCR yang sampelnya diambil dalam kurun waktu maksimal 2x24 jam sebelum keberangkatan.

Namun, bagi penumpang yang sudah melakukan vaksin dosis kedua, bisa menunjukkan surat keterangan hasil negatif rapid test antigen yang sampelnya diambil dalam kurun waktu maksimal 1x24 jam sebelum keberangkatan.

Adapun ketentuan ini berlaku untuk perjalanan udara ke antara bandara yang berada di wilayah PPKM Level 4, Level 3, maupun Level 2 di Jawa-Bali. Sedangkan untuk di luar Jawa –Bali berlaku SE no 44 Tahun 2021, termasuk Kota Jambi.Sedangkan untuk di luar Jawa –Bali berlaku SE no 44 Tahun 2021, termasuk Kota Jambi.

Dalam surat edaran tersebut dijelaskan untuk kota dengan status PPKM level 3, masih harus menggunakan sertifikat vaksin dan Tes PCR Swab.

Untuk Bandara Sultan Thaha Jambi yang telah menggunakan teknologi autogate, kata Agus diwajibkan untuk mendownload aplikasi Aplikasi Peduli Lindungi yang berfungsi untuk membuka pintu otomatis.

"Selain itu aplikasi ini juga menyimpan data penumpang, sehingga juga berguna untuk digital validasi," katanya. 

Agus menambahkan, agar dokumen perjalanan udara terdata di aplikasi pedulilindungi, tes PCR Swab dilakukan di sembilan fasilitas kesehatan yang telah terintegrasi dengan aplikasi tersebut. 

"Yakni di Rumah Sakit Raden Mattaher Jambi, Laboratorium BPOM Jambi, Laboratorium Kesehatan Provinsi Jambi, Laboratorium Rumah Sakit dr. Bratanata Jambi, Laboratorium Rumah Sakit Bhayangkara Jambi, Labkesda Kota Jambi, Rumah Sakit Baiturrahim, Rumah Sakit Mitra dan Laboratorium RSUD Sultan Thaha Syaifuddin Jambi," tandasnya. 

Kontributor: Loadry Apryaldo
Editor: Rhizki Okfiandi