Penggunaan Alat Rapid Test di Tanjab Barat Dipertanyakan, Jubir: Memang Sudah Habis

Pengadaan 847 alat Rapid Test yang disediakan pemerintah Tanjab Barat mulai dipertanyakan. Pasalnya Pengunaan Rapid Test oleh tim kesehatan Covid 19 dinilai kurang transparan.

Penggunaan Alat Rapid Test di Tanjab Barat Dipertanyakan, Jubir: Memang Sudah Habis
Update Data Corona Tanjab Barat (ist)

BRITO.ID, BERITA TANJABBARAT - Pengadaan 847 alat Rapid Test yang disediakan pemerintah Tanjab Barat mulai dipertanyakan. Pasalnya Pengunaan Rapid Test oleh tim kesehatan Covid 19 dinilai kurang transparan.

Salah satu tokoh pemuda Tanjab Barat, Rudi, yang dikonfirmasi menduga, pengunaan 847 Rapid Test yang bersumber dari anggaran Daerah sebesar 101 M juga dinilai kurang akurat. 

"Jika memang sudah habis digunakan seharusnya Gugas (Gugus Tugas) memberikan data lengkap secara detail ke Publik. Berapa banyak Rapid Test setiap Puskesmas dan data orang yang dites. Bukan secara global. Jadi pengunaan Rapid Test bisa akurat." Jelasnya Rabu (10/6).

Ia juga mengkritik pengunaan Rapid Test secara mandiri. Walaupun keperuntukkan Rapid Test yang disediakan pemkab secara gratis. Namun untuk masyarakat awam yang memiliki kepentingan di luar kota harus melakukan Rapid Test dengan mengunakan biaya pribadi.

"Sekali Rapid Test dikenakan biaya 400 hingga 500 ribu, Jadi kesannya Rapid Test juga menjadi ladang bisnis bagi oknum oknum tertentu. Dan saya harap ini bisa diselesaikan pemerintah," tukasnya. 

Dihubungi terpisah, Salah satu Anggota DPRD Tanjab Barat Suprayogi Saiful juga mempertanyakan hal ini. Menurutnya, Tim Gugas Kesehatan kurang transparan dalam mengunakan dana Covid. 

"Kita akan bawa persoalan ini ke Komisi II, dan kita akan pertanyakan kebenaranya. Dimana dilakukan Tes, berapa besar anggaran pengadaan Rapid Test. Seperti apa penggunaanya. Dan bagai mana pertangungjawabannya," tegasnya.

Ia juga meminta tim Gugas lebih transparan dalam mengunakan anggaran penanganan Covid. Sebab, untuk saat ini, sebagian besar anggaran Covid diperoleh dari Anggaran daerah dengan mengorbankan anggaran lain.

"Jadi tim gugas harus benar benar jeli dan transparan mengunakan anggaran ini. Harus ada laporan setiap Puskesmas, atau rumah sakit. Jangan secara global saja, karna kita khawatir banyak celah  kecurangan yang bakal terjadi," katanya.

Sementara itu, Jubir Covid 19 Tanjab Barat Taharudin menjelaskan, jika 847 Rapid Test memang sudah habis digunakan. Hanya saja Ia mengaku belum menerima laporan dari setiap Puskesmas. 

"Untuk data lengkapnya masih di Dinas Kesehatan, jadi saya hanya menerima data keseluruhan," katanya.

Ia juga menjelaskan, untuk Rapid Test yang disediakan pemkab, gratis bagi warga yang berstatus OTG, ODP, PDP, dan Pasien Positif.

"Kalau untuk masyarakat yang ingin melakukan perjalanan keluar kota harus melakukan Rapid Test secara mandiri di Klinik maupun Dokter Praktek," jelasnya. 

Penulis: Heri Anto
Editor: Rhizki Okfiandi