68 Siswa SDN 77 Aurgading Belajar di Lantai Sejak 2024, Meubelair Tak Kunjung Terealisasi

68 Siswa SDN 77 Aurgading Belajar di Lantai Sejak 2024, Meubelair Tak Kunjung Terealisasi
Siswa SDN Aur Gading belajar di lantai. (Azhar/brito.id)

BRITO.ID, BERITA BUNGO - Sebanyak 68 siswa dan siswi Sekolah Dasar Negeri (SDN) 77/II Aurgading, Kecamatan Jujuhan Ilir, Kabupaten Bungo, hingga kini masih harus belajar dengan duduk di lantai.

Kondisi tersebut disebut telah berlangsung sejak tahun 2024. Para siswa dari enam ruang belajar belum dapat menikmati fasilitas meja dan kursi belajar yang memadai karena sekolah belum memiliki meubelair yang dibutuhkan.

Kondisi ini menjadi perhatian karena proses belajar mengajar terpaksa dilakukan di lantai ruang kelas. Sejumlah siswa terlihat duduk beralaskan lantai sambil mengikuti kegiatan pembelajaran dengan buku dan perlengkapan belajar masing-masing.

Pihak sekolah mengaku persoalan meubelair tersebut sudah beberapa kali diusulkan kepada Dinas Pendidikan Kabupaten Bungo. Namun, hingga akhir tahun 2026, kebutuhan meja dan kursi untuk para siswa belum juga terealisasi.

Ironisnya, pada tahun 2025 SDN 77/II Aurgading mendapatkan alokasi dana rehabilitasi enam ruang belajar sebesar Rp666.080.004. Namun, anggaran rehabilitasi tersebut tidak mencakup pengadaan meubelair berupa meja dan kursi siswa.

Kepala SDN 77/II Aurgading, Amsori, S.Ag., membenarkan kondisi tersebut.

"Memang betul, sebanyak 68 orang siswa dan siswi yang terdiri dari enam ruang belajar masih belajar di lantai karena tidak memiliki sarana meubelair berupa bangku dan meja. Kondisi ini sudah terjadi sejak tahun 2024 lalu," ujar Amsori.

Menurut Amsori, persoalan tersebut bukan baru muncul setelah dirinya menjabat sebagai kepala sekolah. Usulan pengadaan meubelair disebut telah disampaikan sebelumnya.

"Sebelum saya menjabat sebagai kepala sekolah, usulan ini sudah diajukan. Namun sampai sekarang, anak-anak kami masih belajar di lantai," katanya.

Amsori berharap kebutuhan meubelair SDN 77/II Aurgading segera mendapat perhatian pemerintah daerah, sehingga kegiatan belajar mengajar dapat berlangsung dengan fasilitas yang lebih layak.

"Besar harapan kami SDN 77/II Aurgading bisa mendapatkan meubelair secepatnya, agar anak-anak kami dapat belajar dengan nyaman dan lebih layak," tuturnya.

Ia menambahkan, kondisi belajar di lantai yang berlangsung dalam waktu panjang juga menjadi kekhawatiran pihak sekolah terhadap kenyamanan siswa selama mengikuti proses pembelajaran.

"Kami tentu berharap fasilitas ini segera tersedia karena menyangkut kenyamanan dan kelayakan anak-anak dalam mengikuti proses belajar mengajar," tutup Amsori. (Azh)