Libatkan 100 Petani, Alishter Gelar Training of User Pestisida Terbatas di Desa Argosari Singkut Sarolangun

Bekerja sama dengan Dinas Tanaman Pangan Holtikultura dan Perkebunan Kabupaten Sarolangun, Aliansi Stewardship Herbisida Terbatas (Alishter) Provinsi Jambi menggelar Training of User pestisida terbatas kepada 100 petani di Desa Argosari Kecamatan Singkut Sarolangun, Rabu (22/7/2026).

Libatkan 100 Petani, Alishter Gelar Training of User Pestisida Terbatas di Desa Argosari Singkut Sarolangun
Training of User yang Dilaksanakan oleh Alishter (ist)

Brito.id, Berita Sarolangun - Bekerja sama dengan Dinas Tanaman Pangan Holtikultura dan Perkebunan Kabupaten Sarolangun, Aliansi Stewardship Herbisida Terbatas (Alishter) Provinsi Jambi menggelar Training of User pestisida terbatas kepada 100 petani di Desa Argosari Kecamatan Singkut Sarolangun, Rabu (22/7/2026).

Pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan para petani dalam menggunakan pestisida terbatas dengan baik dan aman khususnya racun rumput hijau berbahan aktif parakuat.

Selama pelatihan ini, para petani diberikan pengetahuan atau metode cara penyemprotan gulma maupun hama secara aman, mulai dari teknik penyemprotan hingga dosis yang benar.

Hadir dalam kegiatan ini, Kepala Dinas Tanaman Pangan Holtikultura dan Perkebunan Sarolangun, Dulmuin SP, kemudian Direktur Excecutive Alishter Indonesia, Syafrizal, Ketua Alishter Provinsi Jambi Syuper Leonardo bersama tim, perwakilan dari Dinas Kesehatan, Kepala Desa Argosari beserta perangkat dan pengurus Bumdes.

Selain pelatihan secara langsung, para petani juga diberikan materi, mulai dari penggunaan pestisida terbatas yang benar hingga cara menanggulangi bahaya akibat keracunan racun rumput secara langsung.

Kepala Dinas Tanaman Pangan Holtikultura dan Perkebunan Sarolangun, Dulmuin SP, dalam sambutannya mengatakan kegiatan yang diselenggarakan oleh Alishter ini sangat bermanfaat bagi para petani di Kabupaten Sarolangun, dikarenakan pelatihan seperti ini bisa meningkatkan pengetahuan dan kemampuan para petani dalam menggunakan pestisida terbatas.

"Jadi dengan adanya kegiatan ini, kita bisa tau berapa dosis yang benar untuk racun rumput dengan kapasitas satu tangki, berapa kekuatan semprot yang sangat bagus hingga bagaimana cara kita menanggulangi keracunan jika terhirup langsung racun rumput dan penggunaan Alat Pelindung Diri (APD), jadi kami ucapkan terima kasih kepada Alishter yang sudah menyelenggarakan kegiatan ini," katanya.

Kemudian, Ketua Alishter Provinsi Jambi Syuper Leonardo bersama Direktur Excecutive Alishter, Syafrizal, menyebutkan kegiatan ini sebenarnya sudah rutin dilaksanakan di seluruh Indonesia setiap tahunnya, dimana kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman tentang penggunaan pestisida terbatas khususnya racun rumput hijau berbahan aktif parakuat.

"Intinya kegiatan ini kami harapkan dapat bermanfaat di tengah para masyarakat khususnya yang berprofesi sebagai petani, agar dapat meningkatkan kompetensi dan pengetahuannya," ujarnya. 

Pada kesempatan tersebut juga Direktur Executif Alishter, Syafrizal, menyerahkan buku dengan judul " Dibalik Label Jingga, resiko, manfaat dan politik pengaturan Parakuat Diklorida" kepada Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Kab. Sarolangun, sebagai tambahan wawasan dan pemahaman bagi instansi pemeritah khususnya Dinas Pertanian terkait dg kondisi Parakuat Diklorida di Indonesia. (red)