Aktivis Soroti Munculnya "Diskotik Berkedok Kafe" di Lubuklinggau, Walikota Tak Respon Saat Dikonfirmasi

Aktivis Soroti Munculnya "Diskotik Berkedok Kafe" di Lubuklinggau, Walikota Tak Respon Saat Dikonfirmasi
Cuplikan video dari status media sosial Efran Ronaldi yang menyebutkan diskotik berkedok kafe. (Screenshot/Efran Ronaldi)

BRITO.ID, BERITA LUBUKLINGGAU — Kritik keras kembali mengemuka terkait keberadaan tempat hiburan malam di Kota Lubuklinggau. Aktivis kota, Efran Ronaldi, menyoroti kemunculan kembali lokasi hiburan malam yang menurutnya tampil dengan “bungkus baru” namun tetap membawa dampak negatif bagi masyarakat.

Menurut Efran, masyarakat Lubuklinggau sebelumnya telah dengan tegas menolak pendirian tempat hiburan malam karena dikhawatirkan dapat memicu kerusakan moral, penyalahgunaan alkohol dan narkotika, serta mengganggu kesejahteraan fisik dan emosional para pemuda. Namun kini, ia mempertanyakan mengapa usaha serupa kembali muncul dengan nama yang lebih halus, yakni berkedok “kafe”, tetapi operasionalnya mengarah pada aktivitas diskotik.

“Belum lama ini masyarakat menolak tempat hiburan malam yang jelas-jelas merusak tatanan sosial. Tapi kenapa sekarang tiba-tiba hadir lagi diskotik yang disamarkan dengan kata-kata ‘kafe’? Ini jelas mengecoh publik,” tegas Efran.

Ia mengingatkan bahwa pemerintah daerah memiliki kewenangan penuh untuk mengendalikan dan mengatur usaha hiburan melalui Peraturan Daerah (Perda). Jika pengawasan tidak dilakukan secara ketat, kata Efran, maka risiko sosial dan moral akan semakin besar.

Lebih jauh, Efran bahkan melempar sindiran keras dengan menyebut adanya kesan seolah-olah pemerintah justru sedang “mendorong” lahirnya kota hiburan malam.

“Saya menduga ada program pemerintah untuk mendapatkan gelar kota diskotik. Jika iya, sebentar lagi predikat itu akan anda dapatkan,” ujar Efran.

“Selamat datang di kota diskotik. Tunggu kami,” tambahnya menutup pernyataan.

Hingga berita ini diturunkan, Walikota Lubuklinggau H. Rachmat Hidayat belum memberikan tanggapan. Upaya konfirmasi yang dilakukan BRITO.ID, baik melalui pesan singkat WhatsApp tidak dibalas dan direspon.

Munculnya kembali tempat hiburan malam ini membuat publik bertanya-tanya mengenai efektivitas pengawasan pemerintah daerah serta komitmen menjaga nilai-nilai sosial dan keamanan di kota. BRITO.ID akan terus mengikuti perkembangan polemik ini.

(Ari Widodo)