Tiga Bulan Tak Dapat Pupuk Subsidi, Ratusan Petani Cetak Sawah Jujuhan Ilir Mengeluh
BRITO.ID, BERITA BUNGO — Ratusan petani yang menggarap lahan cetak sawah di tiga dusun di Kecamatan Jujuhan Ilir, Kabupaten Bungo, mengeluhkan sudah sekitar tiga bulan tidak mendapatkan pasokan pupuk subsidi dari pemerintah.
Tiga wilayah yang terdampak tersebut yakni Dusun Sari Mulya, Bukit Sari dan Kuamang. Kondisi tersebut dikhawatirkan berdampak terhadap pertumbuhan tanaman padi yang saat ini rata-rata telah berusia lebih dari satu bulan.
Salah seorang petani dari Kelompok Tani Makmur Dusun Sari Mulya, Adhar, mengatakan kelangkaan pupuk subsidi membuat petani terpaksa membeli pupuk nonsubsidi untuk memenuhi kebutuhan tanaman.
“Kami sekarang sudah tiga bulan tidak mendapatkan pupuk subsidi dari pemerintah. Untuk memenuhi kebutuhan tanaman, kami terpaksa membeli pupuk nonsubsidi yang harganya mencapai Rp600 ribu per karung,” ujar Adhar.
Menurutnya, penggunaan pupuk sangat dibutuhkan agar pertumbuhan tanaman padi tetap optimal, terlebih kondisi saat ini memasuki musim kemarau.
“Kalau tidak dipupuk, pertumbuhan padi di sawah kami tidak akan bagus, apalagi sekarang musim kemarau,” katanya.
Selain pupuk, petani juga harus mengeluarkan biaya tambahan untuk membeli obat-obatan pertanian guna mengantisipasi serangan hama.
“Kami juga terpaksa membeli obat-obatan di toko pertanian. Kami berharap pemerintah dapat kembali menyalurkan pupuk subsidi kepada kami, khususnya petani yang menggarap lahan cetak sawah,” ungkapnya.
Adhar juga berharap petugas penyuluh pertanian lebih aktif memberikan pendampingan kepada petani, terutama dalam menghadapi kondisi kelangkaan pupuk dan potensi serangan hama selama musim kemarau.
“Kami juga berharap kepada petugas penyuluh pertanian agar memberikan penyuluhan kepada kami, terutama saat terjadi kelangkaan pupuk dan mengenai penanganan hama di musim kemarau seperti sekarang,” tuturnya.
Diketahui, Dusun Sari Mulya, Bukit Sari dan Kuamang merupakan salah satu kawasan yang menjadi lumbung padi di Kabupaten Bungo. Ketiga wilayah tersebut memiliki lahan persawahan dengan luas lebih dari 700 hektare.
Sebelumnya, tim dari Kementerian Pertanian juga telah turun ke kawasan tersebut untuk melihat langsung kondisi lahan cetak sawah.
Para petani berharap persoalan pasokan pupuk subsidi segera mendapat perhatian pemerintah agar produktivitas sawah tetap terjaga dan program pengembangan lahan cetak sawah di wilayah tersebut dapat berjalan optimal.
(AZH)

Ari W