Banting Mahasiswa, Brigadir NP Minta Maaf dan Siap Bertanggungjawab

Brigadir NP, anggota Polresta Tangerang meminta maaf secara langsung dan terbuka kepada MFA dan orang tuanya di Mapolresta Tangerang, Rabu (13/10). Permintaan maaf tersebut ditujukan atas tindakan arogannya saat melaksanakan pengamanan unjuk rasa.

Banting Mahasiswa, Brigadir NP Minta Maaf dan Siap Bertanggungjawab
Saat Brigadir NP minta maaf ke mahasiswa yang dibantingnya. (Istimewa/Di Humas polri)

BRITO.ID, BERITA JAKARTA - Brigadir NP, anggota Polresta Tangerang meminta maaf secara langsung dan terbuka kepada MFA dan orang tuanya di Mapolresta Tangerang, Rabu (13/10). maaf tersebut ditujukan atas tindakan arogannya saat melaksanakan unjuk rasa.

Dalam kesempatan itu, Brigadir NP menyatakan siap bertanggung jawab atas semua tindakan yang telah dilakukan. Perdamaian itu ditandai dengan jabatan dan di antara keduanya, serta pengaduan penerimaan dari Brigadir NP MFA, seperti dikutip dari akun Divisi Humas Polri, Kamis (14/10).

Sebelumnya Kapolda Banten juga telah menyampaikan permohonan maaf kepada MFA dan orang tuanya.

"Akan menindak tegas anggotanya yang bertindak tidak sesuai dengan prosedur pengamanan," kata Kapolda Banten.

Diberitakan sebelumnya, bertepatan dengan HUT ke-389 Kabupaten Tangerang puluhan mahasiswa menggelar unjuk rasa alias demo di Puspemkab Tangerang, Rabu (13/10/2021).

Namun saat demo berlangsung, tampak salah satu oknum polisi membanting mahasiswa ke trotoar. Dalam video berdurasi 48 detik itu tampak mahasiswa tidak sadar diri dan tidak bergerak.

Insiden polisi banting mahasiwa di depan kantor Bupati Tangerang itu berlangsung saat terjadi bentro antaran masa aksi dan polisi.

Kapolresta Kabupaten Tangerang, Kombes pol Wahyu Sri Bintoro membenarkan jika terjadi demo di depan Kantor Bupati Tangerang. Dalam unjuk rasa itu, sebanyak 18 orang oleh pihak kepolisian.

Saat ditanya tentang adanya mahasiswa yang dibanting hingga kejang-kejang, Wahyu menegaskan bila kondisinya dalam keadaan sehat.

“Iya mas ada demo tadi. Total 18 orang, kondisinya masih sehat,” ujar Wahyu melalui pesan singkat, Rabu (13/10/2021) dikutip dari banten.suara.com . (merah)