Oknum Guru SMPN 2 Tabir Merangin Tabir Diduga Tampar Dua Siswa SMP Tetangga

Oknum Guru SMPN 2 Tabir Merangin Tabir Diduga Tampar Dua Siswa SMP Tetangga

BRITO.ID, BERITA MERANGIN - Dugaan penganiayaan dilakukan oknum  guru  Pegawai Negeri Sipil (PNS/ASN) SMP Negeri 2 Merangin berinisial SUN kepada dua siswa SMP Negeri 10 Margo Tabir terjadi pada Rabu (27/02).

 

Informasi yang dihimpun kejadian bermula ketika anak dari oknum Guru SMP Negeri 2 Tabir yang bersekolah di SMP Negeri 10 Margo Tabir sempat ribut dengan dua siswa SMP Negeri 10 Margo Tabir, pada Sabtu (23/02) saat kegiatan Pramuka.

 

Berawal dari cekcok ini, diduga SUN tidak terima dan mendatangi SMP Negeri 10 Margo Tabir untuk mencari dua orang siswa itu. Diketahui ribut dengan anaknya, kemudian kedua siswa dibawa keluar lingkungan sekolah secara bergantian dan diduga sang guru pemukulan.

 

Kejadian ini dibenarkan oleh, Al Kudri, Kepala Sekolah SMP Negeri 10 Margo Tabir. Dia mengatakan saat ini tengah memanggil kedua belah pihak untuk mengusahakan penyelesaian secara kekeluargaan.

 

"Hari ini sedang kita panggil kedua belah pihak untuk melakukan penyelesaian kepada kedua belah pihak. Namun belum selesai sehingga belum ada hasil," ujar Kepala Sekolah SMP Negeri 10 Margo Tabir.

 

Sementara Kepala Bidang Ketenagaan dan Kepegawaian, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Merangin Hijrul mengatakan pihaknya menyayangkan kejadian ini. Apalagi dilakukan oleh oknum tenaga pendidik.

 

"Berdasarkan informasi anak SUN sempat disandung kakinya pada saat kegiatan Pramuka di SMP Negeri 2. Berkemungkinan anak korban mengadu sehingga membuat SUN emosi," ujar Hijrul.

 

Sementara dari keterangan dari kedua siswa yang dipukul, SUN memanggil secara bergantian kedua siswa tersebut, pada saat jam belajar dan diduga dipukul sebanyak 6 kali pada bagian belakang telinga.

 

"Mereka dipanggil secara bergantian pada saat jam belajar dengan alasan diajak mengecat rumah, pada saat di luar sekolah baru korban ditampar," ujar Hijrul.

 

Hal ini juga dibenarkan Ruslan, kerabat korban bahwa diduga dianiaya oleh SUN.

 

"Korban masih trauma dan belum berani sekolah,Ini dampak dari pemukulan yang dilakukan pelaku, sejak hari Rabu hingga saat ini masih di rumah," bebernya.

 

Terpisah Kapolsek Tabir AKP Suhendri dikonfirmasi membenarkan penganiayaan yang dilaporkan korban.

 

“Kita telah menerima laporan korban terkait pemukulan,Dan terlapor kita akan jerat dengan pasal 351 KUHP,dan junto dengan  undang undang perlindungan anak,Dan terancam hukuman 12 tahun penjara," Jelas Kapolsek. (red)

 

Kontributor : Rhizki Okfiandi