Pondok Pesantren Khairul Ummah Hadir untuk Umat: Walikota & DPR RI Resmikan Pesantren di Jantung Linggau

Pondok Pesantren Khairul Ummah Hadir untuk Umat: Walikota & DPR RI Resmikan Pesantren di Jantung Linggau
Walikota Lubuklinggau H Rachmat Hidayat M.I.Kom menandatangani prasasti Pontren Khairul Ummah. (Dokpri)

BRITO.ID, BERITA LUBUK LINGGAU – Dengan mengucap syukur ke hadirat Allah SWT, Pondok Pesantren Khairul Ummah resmi berdiri dan diresmikan pada Senin, 4 Agustus 2025. Bertempat di Jalan Dayang Torek, Lingkar Barat, Kelurahan Ulak Lebar, Kecamatan Lubuk Linggau Barat II, peresmian ini dihadiri oleh Wali Kota Lubuk Linggau H. Rachmat Hidayat, M.I.Kom dan Wakil Ketua Komisi XI DPR RI, H. Fauzi Amro, S.E., M.M.

Acara berlangsung khidmat dan penuh antusiasme. Hadir pula dalam kesempatan tersebut sejumlah tokoh penting dan elemen masyarakat, seperti perwakilan dari Kementerian Agama Kota Lubuk Linggau, Dr. H. Habibullah, Ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI) Ustadz H. Murdianto, Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Lubuk Linggau dr. H. Mast Idris Usman E., perwakilan BAZNAS, serta para tokoh masyarakat, alim ulama, dan ratusan warga dari berbagai penjuru kota.

Peresmian dimulai dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh Ibu Sri Wana, istri dari pendiri pondok pesantren. Dalam sambutannya, pendiri Ponpes Khairul Ummah, Ustadz H. Indra Rozak, S.Sos.I., M.Pd.Gr., menyampaikan rasa syukur yang mendalam atas berdirinya pondok pesantren ini. Ia menjelaskan bahwa pada awalnya, tanah seluas kurang lebih 3 hektare ini sempat direncanakan untuk dikavlingkan dan dijadikan lahan investasi.

Namun, atas saran dan dorongan dari sahabat dekatnya, Kanda Hasbi Assadiki, beliau mengurungkan niat tersebut dan memantapkan diri untuk menjadikan tanah itu sebagai ladang amal jariyah. Sejak itu, pembangunan pondok dimulai secara bertahap. Jalan masuk mulai dibuka, pembangunan ruang kelas dan asrama pun dikerjakan dengan gotong royong dan bantuan dari berbagai pihak.

Saat ini, di atas lahan tersebut telah berdiri enam ruang kelas baru (RKB) yang pengerjaannya sudah mencapai 90%, serta dua unit asrama masing-masing berukuran 7x20 meter. Pembangunan ini mencerminkan semangat dan tekad yang kuat dari seluruh elemen yang terlibat untuk menciptakan lembaga pendidikan Islam yang unggul dan membumi.

Ustadz Indra juga menyampaikan harapannya agar Pondok Pesantren Khairul Ummah dapat menjadi pusat pendidikan Islam yang bukan hanya mengajarkan ilmu agama, tetapi juga membentuk karakter, integritas, dan kepemimpinan santri sebagai generasi penerus umat.

“Kami yakin, setiap bantuan dan sumbangsih yang diberikan, baik tenaga, pikiran, maupun materi, akan tercatat sebagai amal jariyah di sisi Allah SWT. Insya Allah, pondok ini akan terus berkembang dengan semangat kebersamaan dan ketulusan,” ujar Ustadz Indra dengan mata berkaca-kaca.

Wali Kota Lubuk Linggau H. Rachmat Hidayat dalam sambutannya memberikan apresiasi atas berdirinya pesantren ini. Ia menekankan pentingnya peran lembaga pendidikan Islam dalam membangun moral dan karakter generasi muda, serta menyatakan komitmen pemerintah kota untuk terus mendukung keberlangsungan dan pengembangan pesantren ini ke depan.

Sementara itu, Wakil Ketua Komisi XI DPR RI, H. Fauzi Amro, menyatakan dukungannya dan mengajak seluruh masyarakat untuk bersinergi membesarkan lembaga ini. Menurutnya, pondok pesantren merupakan benteng terakhir dalam menjaga akhlak generasi muda di tengah arus globalisasi dan derasnya pengaruh digital.

Pondok Pesantren Khairul Ummah diharapkan tidak hanya menjadi tempat menuntut ilmu, tetapi juga menjadi tempat lahirnya generasi umat terbaik yang mencintai Al-Qur’an, menjunjung tinggi adab, serta memiliki wawasan kebangsaan dan keislaman yang seimbang.

Nama “Khairul Ummah” sendiri memiliki makna “Umat Terbaik”, diambil dari Al-Qur’an surat Ali Imran ayat 110 yang menjadi inspirasi besar berdirinya pesantren ini. Diharapkan, seluruh santri yang belajar di dalamnya akan menjadi pribadi unggul yang membawa manfaat besar bagi umat, bangsa, dan agama.

Acara peresmian ditutup dengan doa bersama dan ramah tamah. Suasana haru dan bahagia tampak dari wajah para hadirin. Semangat untuk berkontribusi dalam membesarkan pondok ini semakin menggelora. Kini, Khairul Ummah bukan hanya menjadi harapan pendirinya, tetapi telah menjadi harapan bersama seluruh masyarakat Lubuk Linggau.

(Red)