Lubuk Linggau Siap Jadi Ibu Kota Provinsi Sumsel Barat, Wali Kota Yoppy Yakin: Infrastruktur Kami Lebih Unggul!

Lubuk Linggau Siap Jadi Ibu Kota Provinsi Sumsel Barat, Wali Kota Yoppy Yakin: Infrastruktur Kami Lebih Unggul!
Walikota Lubuklinggau H Rachmat Hidayat (Yoppy Karim). (Ist/Brito.id)

BRITO.ID, BERITA LUBUK LINGGAU – Wali Kota Lubuk Linggau, H. Rachmat Hidayat atau yang akrab disapa Yoppy Karim, menyatakan kesiapan penuh kota yang dipimpinnya untuk menjadi Ibu Kota Provinsi Sumatera Selatan Barat jika wacana pemekaran benar-benar direalisasikan oleh pemerintah pusat.

Pernyataan tegas ini disampaikan Yoppy usai menghadiri Apel Gelar Pasukan Operasi Patuh Musi 2025 di halaman Mapolres Lubuk Linggau, Senin (14/7/2025). Menurutnya, Lubuk Linggau secara geografis, infrastruktur, dan fasilitas publik jauh lebih siap dibanding wilayah lain yang masuk dalam wacana Daerah Otonomi Baru (DOB) Sumsel Barat.

“Kalau bicara kesiapan, kami di Lubuk Linggau sudah lebih dari siap. Infrastruktur kami lengkap, bahkan Bandara Silampari sudah menunjang konektivitas udara. Kita juga punya gedung eks Pemkab Musi Rawas yang bisa langsung digunakan jika disetujui jadi ibu kota,” ungkap Yoppy dengan yakin.

Wacana pemekaran Provinsi Sumsel Barat sebelumnya mencuat setelah Anggota Komite I DPD RI, Jialyka Maharani, memasukkan usulan tersebut ke dalam draft final Daftar Usulan Pembentukan DOB DPD RI. Dalam usulan itu, provinsi baru akan meliputi tujuh kabupaten/kota: Lahat, Empat Lawang, Muara Enim, PALI, Musi Rawas, Muratara, Pagar Alam, dan Lubuk Linggau.

Yoppy menyebut bahwa meskipun usulan berasal dari delapan daerah, baru Kabupaten Empat Lawang yang secara resmi memberikan rekomendasi. Namun dirinya optimistis dukungan dari daerah lain akan segera menyusul.

“Kita siap secara fasilitas, lokasi strategis, akses antarwilayah, dan sumber daya. Kalau moratorium sudah dibuka dan presidiumnya berjalan, Lubuk Linggau tinggal tancap gas,” tegas Yoppy.

Lebih lanjut, ia menambahkan bahwa semangat pemekaran bukan hanya soal administrasi pemerintahan, tapi juga mempercepat pembangunan dan mendekatkan pelayanan kepada masyarakat di wilayah barat Sumsel yang selama ini merasa kurang tersentuh.

(Ari Widodo)