Program 3 Juta Rumah Prabowo Digencarkan, Developer Keluhkan Lambatnya Pemasangan Jaringan PLN di Bungo!
BRITO.ID, BERITA BUNGO — Program pembangunan 3 juta rumah yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto menjadi salah satu agenda nasional untuk memperluas akses masyarakat terhadap hunian layak. Namun, dalam pelaksanaannya di daerah, kesiapan infrastruktur pendukung, termasuk jaringan listrik, menjadi salah satu aspek yang perlu mendapat perhatian.
Di Kabupaten Bungo, keluhan terkait lambatnya pemasangan jaringan listrik, khususnya di kawasan perumahan, disuarakan oleh kalangan pengembang atau developer. Kondisi tersebut memunculkan pertanyaan mengenai kendala yang dihadapi PLN serta kepastian waktu pemasangan jaringan listrik yang dibutuhkan masyarakat.

Muhammad Rajiv, salah seorang developer perumahan, menyoroti persoalan tersebut dan berharap ada kejelasan dari pihak PLN terkait proses pemasangan jaringan listrik di kawasan perumahan.
Menurutnya, kepastian jadwal pemasangan jaringan sangat penting, tidak hanya bagi pengembang dalam melanjutkan pembangunan dan memenuhi kebutuhan konsumen, tetapi juga bagi masyarakat yang menantikan rumahnya dapat segera ditempati dengan dukungan fasilitas dasar yang memadai.
Persoalan ini menjadi penting karena listrik merupakan salah satu kebutuhan utama dalam sebuah hunian. Tanpa kepastian penyambungan jaringan, pengembang maupun calon penghuni berpotensi menghadapi ketidakpastian terkait waktu pemanfaatan rumah.
Sebagai tindak lanjut, permohonan audiensi dengan PLN Muara Bungo disebut telah disampaikan. Rencananya, pertemuan antara pihak developer dan PLN Muara Bungo dilaksanakan pada Senin (12/10/2026) untuk membahas persoalan tersebut.
Melalui audiensi itu, diharapkan pihak PLN dapat memberikan penjelasan mengenai kendala yang menyebabkan pemasangan jaringan listrik berjalan lambat, tahapan yang masih harus diselesaikan, serta kepastian rencana waktu pelaksanaan di kawasan perumahan yang membutuhkan layanan tersebut.
Kejelasan mengenai persyaratan teknis, kesiapan jaringan distribusi, proses administrasi, dan jadwal pengerjaan menjadi hal yang diharapkan dapat dibahas secara terbuka dalam pertemuan tersebut.
Bagi pengembang, kepastian informasi dari PLN diperlukan agar perencanaan pembangunan dan penyerahan rumah kepada konsumen dapat berjalan lebih terukur. Sementara bagi masyarakat, kejelasan tersebut penting untuk mengetahui kapan hunian mereka dapat memperoleh layanan listrik secara memadai.
Di tengah upaya pemerintah mendorong pembangunan dan penyediaan rumah bagi masyarakat, koordinasi antara pengembang, pemerintah daerah, dan penyedia layanan kelistrikan menjadi bagian penting dalam memastikan kesiapan infrastruktur perumahan.
Karena itu, audiensi yang direncanakan bersama PLN Muara Bungo diharapkan menghasilkan penjelasan konkret mengenai persoalan yang dihadapi, langkah penyelesaian, serta jadwal pemasangan jaringan listrik yang dapat menjadi pegangan bagi developer dan masyarakat.
Hingga berita ini disusun, keterangan resmi dari pihak PLN Muara Bungo mengenai penyebab keterlambatan dan rencana pemasangan jaringan listrik tersebut masih perlu diperoleh untuk memberikan gambaran yang utuh kepada publik.
(*/Dre)

Ari W