SBY Kenang Bersahabat Rachmawati: Idealismenya yang Mewarisi Pikiran-pikiran Besar Soekarno

Wafatnya putri Presiden Pertama Soekarno, Rachmawati Soekarnoputri membuat duka mendalam. Salah satunya ucapan duka dari Presiden RI ke-7 Soesilo Bambang Yudhoyono (SBY), seperti dilihat dari laman Facebook pribadinya, Sabtu (3/7). "Hari ini, kita semua terkejut atas berpulangnya Ibu Rachmawati Soekarnoputri ke Rahmatullah karena menderita Covid-19. Semoga almarhumah diterima oleh Allah Swt serta ditempatkan di tempat yang terbaik di sisi-Nya. Sungguhpun Ibu Rachmawati adalah manusia biasa, seperti kita semua, banyak yang telah diperbuat untuk kepentingan masyarakat, bangsa dan negara. Saya yakin Allah akan menimbang segala ibadah, amal dan kebaikan almarhumah selama hidup di dunia," ungkap SBY.

SBY Kenang Bersahabat Rachmawati: Idealismenya yang Mewarisi Pikiran-pikiran Besar Soekarno
Soesilo Bambang Yudhoyono. (Istimewa)

BRITO.ID, BERITA JAMBI - Wafatnya putri Presiden Pertama Soekarno, Rachmawati Soekarnoputri membuat duka mendalam. Salah satunya ucapan duka dari Presiden RI ke-7 Soesilo Bambang Yudhoyono (SBY), seperti dilihat dari laman Facebook pribadinya, Sabtu (3/7).

"Hari ini, kita semua terkejut atas berpulangnya Ibu Rachmawati Soekarnoputri ke Rahmatullah karena menderita Covid-19. Semoga almarhumah diterima oleh Allah Swt serta ditempatkan di tempat yang terbaik di sisi-Nya. Sungguhpun Ibu Rachmawati adalah manusia biasa, seperti kita semua, banyak yang telah diperbuat untuk kepentingan masyarakat, bangsa dan negara. Saya yakin Allah akan menimbang segala ibadah, amal dan kebaikan almarhumah selama hidup di dunia," ungkap SBY.
 
Kata SBY, sebagai seorang sahabat, secara pribadi dirinya punya banyak kenangan dengan Rachmawati. Melalui mimbar ini, beberapa di antaranya ingin dia sampaikan kepada khalayak semua, sungguhpun rasa duka dan kehilangan masih menyelimuti keluarga dan sahabat-sahabat beliau di hari kewafatannya ini.
 
Pertama kali SBY mengenal Rachmawati (secara pribadi) pada akhir Mei 2001. Waktu itu beliau meminta saya (dalam kapasitas sebagai Menko Polkam) untuk menyampaikan "keynote speech" pada acara haul Bung Karno yang ke seratus tahun. Secara khusus dirinya diminta untuk berbicara tentang Tri Sakti Bung Karno. Tentu dengan senang hati permintaan itu dipenuhi mengingat dahulu kala, ketika masih menjadi remaja, aktif dan senang mengikuti pikiran dan pidato-pidato Bung Karno. Di hadapan peserta acara haul yang cukup representatif, SBY kemukakan pandangan tentang Tri Sakti Bung Karno tersebut. Tentu bukan kata-kata harfiahnya, tetapi bagaimana Tri Sakti tersebut diaktualisasikan menjawab tantangan kehidupan bangsa yang terus berkembang dari satu dekade ke dekade yang lain.
 
Kenangan lain yang diungkapkan SBY, adalah ketika Rachmawati, dia berikan kepercayaan, tugas dan kehormatan sebagai anggota Dewan Pertimbangan Presiden. Kepercayaan dan amanah yang diberikan oleh negara itu dijalankan dengan serius dan penuh rasa tanggung jawab. Beliau melibatkan diri secara aktif, dengan antara lain memberikan pandangan, masukan dan usulan kepada saya selaku Presiden. 

"Tentu semuanya demi kepentingan dan kebaikan rakyat Indonesia. Jika materi yang disampaikan cukup sensitif dan kalau disampaikan di hadapan hadirin yang lain bisa menimbulkan kontroversi dan misinterpretasi, beliau sampaikan secara langsung kepada saya dengan didampingi staf beliau. Terhadap sejumlah isu nasional nampak kalau Ibu Rachmawati memiliki kepedulian yang tinggi, serta nampak pula bahwa beliau ingin menjadi bagian dari solusi," tulis SBY.
 
"Memang bukan hanya Rachmawati yang memilih bicara dengan saya "one on one" terhadap isu-isu yang kritikal, karena dinilai lebih efektif dan bahkan beliau-beliau itu bisa berdiskusi secara mendalam dengan saya. Kedua mantan Ketua Wantimpres di era kepresidenan saya, yaitu Bapak Ali Alatas (alm) dan Bapak Emil Salim, yang terkenal kritis (termasuk kepada saya), juga kerap memilih cara-cara pertemuan langsung tersebut," tambahnya.
 
Selama mengemban tugas bersama di lembaga kepresidenan (lingkup besar) itulah SBY mengenal sosok Rachmawati, termasuk karakter, pikiran dan idealismenya yang sedikit banyak mewarisi pikiran-pikiran besar ayahandanya, Sang Proklamator, pejuang bangsa dan Presiden Republik Indonesia pertama. Dalam kaitan ini, khususnya apa yang dilakukan oleh Rachmawati sebagai anggota Wantimpres, secara tulus saya mengucapkan terima kasih, rasa hormat dan penghargaan yang setinggi-tingginya.
 
"Pertemuan terakhir saya dengan Ibu Rachmawati adalah ketika beliau berkunjung ke rumah saya di Cikeas pada 11 Maret 2021 (tiga setengah bulan yang lalu). Waktu itu beliau sengaja menemui saya sebagai wujud kepedulian serta simpati dan empati yang diberikan kepada keluarga besar Partai Demokrat, yang tengah menghadapi cobaan dan ujian sejarah. Tentu saya sangat terharu ketika masih ada yang mau dan berani bertemu dengan saya kala itu. Sebenarnya saat itu, di samping beliau, tak terhitung pula para tokoh dan sahabat yang secara diam-diam datang menemui saya. Mereka juga ingin menyampaikan simpati dan empatinya," katanya.
 
Itulah antara lain kenangan SBY bersama almarhumah Rachmawati Soekarnoputri.
 
Selamat jalan Ibu Rachmawati, menuju ke haribaan Sang Khaliq. Semoga Ibu hidup dengan teduh dan tenang di sisi Allah, serta dalam pengampunan dan kasih sayang-Nya. Amin. (*/red)