Sumur Minyak Ilegal Meledak, Satu Oknum Polisi Diamankan Tim Ditreskrimsus Polda Jambi

Pasca kasus meledaknya Sumur minyak Ilegal beberapa waktu lalu di Desa Bungku, Kecamatan Bajubang, Kabupaten Batanghari, tepatnya di wilayah konsesi PT AAS, seorang oknum polisi berinisial DR telah diamankan Tim Ditreskrimsus Polda Jambi.

Sumur Minyak Ilegal Meledak, Satu Oknum Polisi Diamankan Tim Ditreskrimsus Polda Jambi
Konferensi Pers yang Dilakukan Ditreskrimsus Polda Jambi (Aldo/BRITO.ID)

BRITO.ID, BERITA JAMBI - Pasca kasus meledaknya Sumur minyak Ilegal beberapa waktu lalu di Desa Bungku, Kecamatan Bajubang, Kabupaten Batanghari, tepatnya di wilayah konsesi PT AAS, seorang oknum polisi berinisial DR telah diamankan Tim Ditreskrimsus Polda Jambi. 

Oknum polisi yang bertugas di Polres Batanghari itu diduga terlibat dalam kegiatan penambangan minyak ilegal di areal konsensi PT AAS tersebut.

"Dari lokasi ledakan sumur minyak ilegal di Batanghari, satu oknum polri berinisial DR sudah diamankan dan akan dilakukan proses hukum selanjutnya," kata Direskrimsus Polda Jambi, Kombes Pol Sigit Dany Setiyono, Senin 20 September 2021.

Dikatakannya, DR tersebut berperan sebagai pemodal dan bekerja secara bersama-sama dengan beberapa pelaku yang saat ini sedang dalam pengejaran petugas.

"Pelaku sudah 3 kali melakukan upaya pengeboran, dan upaya ketiga ini yang berhasil," ungkapnya. 

Saat ini, oknum polisi berinisial DR tersebut telah diamankan di Mapolda Jambi guna pemeriksaan lebih lanjut.

Sigit menyebutkan, pihaknya juga telah berhasil menyelamatkan seorang korban HS dari lokasi kejadian dengan luka bakar 80 persen yang saat ini sedang menjalani perawatan di Rumah Sakit Bhayangkara dengan pengawasan dari Polda Jambi.

"Ada juga satu korban yang diduga juga ikut melakukan kegiatan ilegal drilling, sebagai korban kebakaran dengan luka bakar sekitar 80 persen," katanya. 

Selain itu, Polda Jambi juga berhasil mengidentifikasi pihak yang bertanggung jawab dalam insiden kebakaran tersebut, dengan inisial UJ warga Desa Bungku, Kecamatan Bajubang, Kabupaten Batanghari yang saat ini menghilang sejak kejadian dan tengah dilakukan pencarian.

Sementara itu, Bachyuni Deliansyah, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) menyampaikan, kebakaran yang terjadi di lokasi lahan yang mana pihaknya kewajiban untuk melakukan pemadaman. 

"Pemadaman api kita dilakukan selama 3 hari dan Alhamdulillah api sudah padam sekitar lokasi. Adapun upaya pertama yang dilakukan yakni operasi udara selama tiga hari sampai hari ini, kemudian tim darat di letakan di lokasi untuk memantau," ujarnya. 

Saat ini, pihaknya akan melakukan rapat dengan pihak Pertamina dan SKK Migas terkait sumber sumur yang memiliki titik api untuk dapat di padamkan.

Kontributor: Loadry Apryaldo
Editor: Rhizki Okfiandi