Tak Kuat Dicecar Pertanyaan Oleh Hakim, Camat Mersam Batanghari Minta Izin Keluar

Tak Kuat Dicecar Pertanyaan Oleh Hakim, Camat Mersam Batanghari Minta Izin Keluar
Proses Pemeriksaan Saksi di Pengadilan Tipikor Jambi (Hendro/BRITO.ID)

BRITO.ID, BERITA JAMBI - Kasus dugaan korupsi pengadaan jaringan internet, di Kecamatan Maro Sebo Ulu, Batanghari, kembali berlanjut di persidangan.

Kali ini Jaksa Penuntut Umum (JPU), Kejari Batanghari, menghadirkan sejumlah saksi. Diantaranya adalah mantan Camat Maro Sebo Ulu, yang saat ini menjadi Camat Mersam, Muhammad Salam, dan seorang pegawai Telkom.

Di hadapan hakim yang dipimpin Hakim Dedy Mukhti Nugroho, para saksi dicecar puluhan pertanyaan, terkait pengetahuannya tentang malasah tersebut.

Menjawab pertanyaan hakim, Camat Mersam Muhammad Salam, mengatakan bahwa tidak terlibat atas pengadaan jaringan internet, yang menjerat Sekretaris Camat (Sekcam), Hadi Wintani.

Namun tak berapa lama bersaksi, Muhammad Salam mendadak ingin meninggalkan ruang sidang. Ternyata permintaan tersebut karena saksi mengaku mengalami pusing saat baru saja dicecar pertanyaan.

"Izin yang mulia, kepala saya pusing. Pandangan berbayang," katanya.

Menanggapi keluhan tersebut, hakim pun berkoordinasi dengan jaksa, agar saksi dipersilahkan untuk meninggalkan ruang sidang untuk beristirahat sementara waktu.

"Baik silahkan keluar dulu istrahat. Kalau pusing. Nanti dilanjutkan keterangan saksi," sebut hakim Dedy.

Sidang pun berlanjut dengan pemeriksaan saksi yang merupakan pegawai Telkom. Kepada hakim, saksi yang bernama Sarino mengatakan, bahwa pengadaan tersebut direncanakan pada tahun 2017 lalu.

Pada perjanjiannya, para Kepala Desa akan membayar Rp.14,5 juta, untuk 1 tahun jaringan internet.

"Saat itu pemasangan jaringan internet untuk 16 desa. Namun baru 6 yang sudah melengkapi persyaratan," katanya.

Penulis: Hendro

Editor: Rhizki Okfiandi