Belasan Tahun Dinanti, Jalan Simpang Lubuk Landai Kini Mulus Diaspal
BRITO.ID, BERITA BUNGO – Setelah bertahun-tahun dinantikan masyarakat, perbaikan ruas jalan menuju Lubuk Landai, Kabupaten Bungo, kini mulai terealisasi. Sejumlah alat berat terlihat bekerja melakukan tahapan perkerasan hingga pengaspalan pada ruas jalan yang selama ini menjadi salah satu akses penting bagi masyarakat.
Ruas tersebut menghubungkan kawasan Jalan Lintas Sumatera menuju wilayah Lubuk Landai dan selanjutnya menjadi akses masyarakat menuju sejumlah wilayah di Kabupaten Bungo.
Bagi masyarakat setempat, perbaikan jalan bukan sekadar persoalan infrastruktur. Kondisi jalan berkaitan langsung dengan kelancaran aktivitas sehari-hari, mobilitas warga, distribusi hasil pertanian, hingga aktivitas perekonomian.
Pantauan di lapangan memperlihatkan alat berat dikerahkan dalam proses pekerjaan. Lapisan material diratakan dan dipadatkan sebelum memasuki tahapan pekerjaan berikutnya.
Pekerjaan Rekonstruksi Jalan Nasional–Lubuk Landai tersebut merupakan program Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Bungo yang bersumber dari APBD Tahun Anggaran 2026.
Berdasarkan data pengadaan yang dipublikasikan, paket tersebut memiliki pagu Rp2,2 miliar. Dalam proses tender ulang, PT Sekanthi ditetapkan sebagai penyedia dengan nilai kontrak Rp2.183.097.498,90.
Sebelumnya, pekerjaan ini juga sempat menjadi perhatian dalam proses pengadaan karena tender pertama tidak menghasilkan peserta yang lulus evaluasi. Setelah dilakukan tender ulang, PT Sekanthi ditetapkan sebagai pemenang.
Bagi warga yang setiap hari menggunakan jalur tersebut, dimulainya pekerjaan menjadi kabar yang telah lama dinantikan.
Kerusakan jalan sebelumnya dinilai mengganggu kenyamanan pengguna jalan, terutama pengendara sepeda motor serta masyarakat yang menggunakan jalur tersebut untuk membawa hasil perkebunan dan kebutuhan aktivitas ekonomi.
Masyarakat berharap pekerjaan tidak hanya selesai secara fisik, tetapi juga menghasilkan kualitas jalan yang mampu bertahan dalam jangka panjang.
Harapan tersebut juga mencakup pengawasan selama pekerjaan berlangsung agar seluruh tahapan pembangunan dilaksanakan sesuai spesifikasi teknis dan ketentuan kontrak.
Plt Kepala Dinas PUPR Kabupaten Bungo, Ir. Dwi Herwindo, S.T., dalam konteks program pembangunan infrastruktur daerah, menempatkan perbaikan jalan sebagai bagian dari upaya meningkatkan konektivitas dan akses masyarakat.
Menurut Dwi, pembangunan infrastruktur jalan diarahkan untuk memberikan manfaat langsung kepada masyarakat, terutama dalam membuka akses antarkawasan serta mendukung aktivitas ekonomi.
Untuk ruas Nasional–Lubuk Landai, pekerjaan dilakukan melalui program rekonstruksi jalan yang telah dialokasikan dalam APBD Kabupaten Bungo Tahun Anggaran 2026.
Dwi juga sebelumnya menjelaskan bahwa sejumlah program rekonstruksi jalan tahun 2026 diarahkan pada ruas-ruas yang mengalami kerusakan dan membutuhkan penanganan. Salah satunya adalah ruas Nasional–Lubuk Landai.
Dengan mulai dikerjakannya ruas tersebut, perhatian berikutnya berada pada proses pelaksanaan pekerjaan di lapangan. Kualitas material, ketepatan volume, ketebalan pekerjaan, pemadatan hingga hasil akhir pengaspalan menjadi bagian penting yang menentukan manfaat pembangunan bagi masyarakat.
Pembangunan jalan pada akhirnya tidak hanya diukur dari panjang ruas yang selesai dikerjakan, tetapi juga dari kualitas dan manfaat yang dirasakan masyarakat setelah pekerjaan rampung.
Setelah penantian panjang, masyarakat kini tinggal menunggu satu hal: memastikan jalan yang dibangun benar-benar berkualitas, nyaman dilalui dan mampu menjadi akses ekonomi yang bertahan dalam jangka panjang.
Jalan diperbaiki, aktivitas masyarakat kembali lancar. Harapan yang selama bertahun-tahun dinantikan kini mulai terlihat di depan mata.
(Redaksi)

Dewi Anita