Brigif TP-34/Cakra Buana Gaungkan 5 Pilar Keselamatan Mengemudi, Kolonel Inf Arief Widyanto: Prajurit Harus Jadi Teladan di Jalan

Brigif TP-34/Cakra Buana Gaungkan 5 Pilar Keselamatan Mengemudi, Kolonel Inf Arief Widyanto: Prajurit Harus Jadi Teladan di Jalan
Lima Pilar Keselamatan Mengemudi Brigif TP 34 Cakra Buana.

BRITO.ID, BERITA JABAR - Brigif TP-34/Cakra Buana terus menunjukkan komitmennya dalam membangun budaya keselamatan berkendara di lingkungan prajurit dan masyarakat. Melalui kampanye “5 Pilar Keselamatan Mengemudi”, satuan ini menegaskan pentingnya disiplin dan tanggung jawab dalam setiap perjalanan, terutama bagi personel militer yang memiliki mobilitas tinggi dalam menjalankan tugas negara.

Komandan Brigade Infanteri TP-34/Cakra Buana, Kolonel Arief Widyanto, SE, M.Han mengatakan bahwa keselamatan berkendara bukan hanya sekadar kepatuhan terhadap aturan lalu lintas, tetapi juga bagian dari karakter dan profesionalisme seorang prajurit.

Menurutnya, terdapat lima pilar utama yang harus menjadi perhatian seluruh pengemudi. Pertama adalah kesiapan pengemudi atau faktor manusia, meliputi kondisi fisik dan mental yang sehat, tidak mengemudi dalam keadaan mengantuk maupun di bawah pengaruh alkohol atau obat-obatan terlarang, serta memiliki kelengkapan surat izin mengemudi dan memahami aturan lalu lintas.

Pilar kedua adalah kesiapan kendaraan. Kendaraan wajib dipastikan dalam kondisi laik jalan, mulai dari fungsi rem, lampu, ban, hingga kelengkapan surat kendaraan dan perawatan rutin yang harus dilakukan secara berkala.

Selanjutnya, pilar ketiga menekankan pentingnya memahami kondisi jalan dan lingkungan. Pengemudi diminta selalu memperhatikan medan perjalanan, cuaca, serta kepadatan lalu lintas guna mengantisipasi potensi bahaya di perjalanan.

Pilar keempat berkaitan dengan kepatuhan terhadap aturan lalu lintas. Penggunaan helm maupun sabuk pengaman, mematuhi rambu dan marka jalan, tidak menggunakan telepon seluler saat berkendara, serta menjaga batas kecepatan menjadi poin penting yang harus diterapkan.

Sedangkan pilar kelima adalah perilaku berkendara aman. Pengemudi diimbau menjaga jarak aman, menerapkan defensive driving, tidak ugal-ugalan atau emosional di jalan, serta selalu mengutamakan keselamatan dibanding kecepatan.

Letkol Inf Arief Widyanto menegaskan bahwa keselamatan dalam berkendara merupakan bagian dari disiplin militer yang harus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Ia berharap kampanye tersebut dapat meningkatkan kesadaran seluruh prajurit maupun masyarakat agar lebih berhati-hati saat berada di jalan raya.

“Prajurit profesional bukan hanya tangguh di medan tugas, tetapi juga harus menjadi teladan dalam berlalu lintas. Keselamatan adalah prioritas utama demi melindungi diri sendiri dan orang lain,” ujarnya.

Melalui edukasi “5 Pilar Keselamatan Mengemudi” ini, Brigif TP-34/Cakra Buana mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menciptakan budaya tertib berlalu lintas demi mewujudkan perjalanan yang aman, nyaman, dan selamat sampai tujuan.

(Ari Widodo)