Dusun Rantau Ikil Sukses Gelar Musrenbang, Perdana di Era Rio Muhammad Doni
BRITO.ID, BERITA BUNGO - Dusun Rantau Ikil, Kecamatan Jujuhan, Kabupaten Bungo, sukses menggelar Musyawarah Perencanaan Pembangunan Dusun (Musrenbangdus) dalam rangka penyusunan Rencana Kerja Pemerintah (RKP) tahun 2027 dan Daftar Usulan RKP (DU-RKP) tahun 2028.
Dusun Rantau Ikil menjadi dusun terakhir di Kecamatan Jujuhan yang melaksanakan Musrenbangdus untuk tahun 2026. Kegiatan tersebut juga menjadi Musrenbangdus perdana bagi Muhammad Doni setelah dirinya dilantik sebagai Rio Dusun Rantau Ikil beberapa waktu lalu.
Musrenbangdus dilaksanakan di Kantor Rio Dusun Rantau Ikil dan dihadiri perwakilan Kecamatan Jujuhan, yakni Kasi PMD Ruslan, Kasi Pemerintahan Susilawati beserta sejumlah staf.
Turut hadir Babinsa, Bhabinkamtibmas, tim pendamping dusun, kepala sekolah, Kepala Puskesmas Rantau Ikil, serta unsur masyarakat dan perangkat dusun.
Rio Rantau Ikil, Muhammad Doni, mengatakan Musrenbangdus tersebut menjadi pengalaman perdana baginya dalam menjalankan agenda perencanaan pembangunan dusun sejak dipercaya menjabat sebagai Rio.
"Saya baru menjabat sebagai Rio Rantau Ikil dan ini merupakan yang perdana bagi saya dalam rapat Musrenbangdus. Semoga dengan adanya Musrenbangdus ini, berbagai usulan dari setiap kampung bisa terealisasi," ujar Muhammad Doni.
Menurutnya, meskipun kondisi anggaran dusun saat ini semakin terbatas, semangat pemerintah dusun bersama masyarakat untuk membangun wilayah tetap harus dijaga.
"Walaupun dana dusun sudah sedikit, kita tetap semangat dalam membangun dusun," tuturnya.
Sementara itu, Kasi PMD Kecamatan Jujuhan, Ruslan, mengatakan Rantau Ikil merupakan dusun terakhir di Kecamatan Jujuhan yang melaksanakan Musrenbangdus tahun 2026.
"Rantau Ikil merupakan dusun yang terakhir melakukan kegiatan Musrenbangdus. Hasil dari Musrenbangdus ini akan kami bawa dalam pembahasan Musrenbang tingkat Kecamatan Jujuhan," ujar Ruslan.
Ia mengakui kondisi anggaran dana desa saat ini tidak lagi seperti sebelumnya. Namun, keterbatasan anggaran tersebut diharapkan tidak menyurutkan semangat pemerintah dusun dan masyarakat dalam menyusun serta memperjuangkan program pembangunan berdasarkan kebutuhan dan prioritas.
"Walaupun dana desa sudah tidak seperti dahulu lagi, namun semangat kita dalam membangun dusun tetap berjalan," tutup Ruslan.
(AZH)

Ari W