Pesawat Tempur Malaysia Amerika Mondar-mandir di Muka Indonesia, TNI AU Dalami Kejadian

Ternyata dalam dua hari terakhir ini pesawat-pesawat tempur milik militer Malaysia dan Amerika Serikat, keluyuran di wilayah utara muka kedaulatan Republik Indonesia.

Pesawat Tempur Malaysia Amerika Mondar-mandir di Muka Indonesia, TNI AU Dalami Kejadian
Pesawat tempur Malaysia dan Amerika. (Istimewa)

BRITO.ID, BERITA JAKARTA – Ternyata dalam dua hari terakhir ini pesawat-pesawat tempur milik militer Malaysia dan Amerika Serikat, keluyuran di wilayah utara muka kedaulatan Republik Indonesia.

Berdasarkan informasi yang dihimpun VIVA Militer, Kamis 8 April 2021, jet-jet tempur negara tetangga dan Amerika Serikat mulai berterbangan di atas perairan Laut China Selatan (LCS) sejak tanggal 6 sampai 7 April 2021.

Militer kedua negara menerbangkan jet-jet tempur di wilayah perairan muka Indonesia, dalam operasi latihan perang udara bersama antara Royal Malaysian Air Force RMAF (Angkatan Udara Malaysia) dengan Angkatan Laut Militer Amerika Serikat (United States Navy).

US Navy mengklaim, bahwa latihan Dissimilar Air Combat Training (DACT) sebagai bentuk membangun kerjasama keamanan maritim di wilayah operasi Indo-Pasifik.

"Latihan kelas atas dengan Royal Malaysian Air Force memungkinkan kami untuk belajar dari satu sama lain dan memberikan pelatihan realistis di udara," kata Komadan Carrier Air Wing 11, US Navy, Kapten Michael Langbehn.

Dalam operasi tempur itu, RMAF mengerahkan pesawat tempur Sukhoi Su-30 MKM dan pesawat tempur F/A-18 Hornet. Sedangkan militer Amerika Serikat mengerahkan pesawat tempur F/A-18F Super Hornet dan pesawat tempur EA-18G Growler.

"Meskipun kami ingin sekali bertemu langsung, saya senang bahwa kita dapat bertemu di udara untuk membantu memperdalam kerja sama keamanan antara kedua negara kita. Upaya berkelanjutan kami atas interoperabilitas sangat penting untuk menjaga perdamaian dan keamanan di Indo-Pasifik," kata Laksamana Muda Doug Verissimo, komandan Carrier Strike Group Nine US Navy.

Memang tak ada masalah dengan aktivitas militer Malaysia dan Amerika itu, walaupun salah satu pesawat tempur Amerika sempat melakukan manuver terbang rendah di perairan Natuna.

Sementera itu pihak militer Indonesia, Tentara Nasional Indonesia (TNI) . Kepala Dinas Penerangan TNI Angkatan Udara (Kadispenau) Marsma TNI Indan Gilang Buldansyah, kapal yang diduga jenis Super Hornet F-18 itu terbang di luar wilayah teritorial Indonesia. Kendati demikian, lanjutnya, saat ini pihaknya terus mendalami insiden tersebut dengan pihak-pihak terkait lainnya.

"Atas kejadian tersebut, disampaikan bahwa pesawat melintas di luar wilayah teritorial Republik Indonesia.  Dan saat ini, TNI AU sedang mendalami kejadian tersebut dengan pihak terkait," kata Marsma TNI Indan Gilang

Sumber: VivaMiliter
Editor: Ari