Sri Mulyani Jadi Menteri Termahsyur Tahun 2018

Sri Mulyani Jadi Menteri Termahsyur Tahun 2018

BRITO.ID, BERITA JAKARTA - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati kembali menjadi menteri terpegah pada tahun 2018 karena paling banyak mendapat perhatian media, sebagaimana hasil riset Indonesia Indicator (I2).

"Hal ini cukup menarik, karena dari 100 figur terbanyak diberitakan media, hanya terdapat 1 persen figur yang yang berkaitan dengan ekonomi," kata Direktur Komunikasi Indonesia Indicator Rustika Herlambang dalam keterangan tertulisnya, di Jakarta, Selasa (1/1).

yang merupakan hasil riset Indonesia Indicator (I2) Namun, lanjut dia, dalam sorotan media terhadap pemerintah, bidang ekonomi menjadi juaranya. Masalah ekonomi mengemuka pada tahun 2018 sehingga Sri Mulyani tidak hanya menjadi tokoh sentral menteri yang paling banyak dicari, tetapi juga pendapatnya ditunggu publik sepanjang 2018.

Sosok Sri Mulyani diberitakan 2.300 media daring (online) di seluruh Indonesia dalam 48.365 berita. Menurut Rustika, berbagai isu terkait kebijakan di bidang fiskal dan moneter, penghitungan keuntungan Freeport dan pertemuan IMF-World Bank merupakan salah satu menjadikan Sri Mulyani sebagai tokoh utama.

"Dalam sebulan, rata-rata pemberitaan tentang Sri Mulyani mencapai 3.969 berita atau sekitar 130 berita per hari," tuturnya.

Pada tahun 2017, Sri Mulyani juga dinobatkan Indonesia Indicator sebagai Tokoh Terpegah. Saat itu, jumlah berita mengenai Sri Mulyani mencapai 35.530 berita. Posisi ke-2 Menteri Terpegah 2018 ditempati Airlangga Hartarto. Menteri Perindustrian itu melesat ke posisi ke-2 dengan 38.167 berita. Padahal, pada tahun 2017 nama Airlangga tidak masuk dalam 10 besar posisi Menteri Terpegah.

Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo menduduki posisi ke-3 Menteri Terpegah 2018 dengan 34.256 berita. Posisi ke-4 Menteri Terpegah diraih Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi dengan 33.705 berita. Adapun Menkopolhukam Wiranto pada tahun ini menjadi Menteri Terpegah ke-5.

"Beberapa nama menteri yang hilang dari 10 besar Menteri Terpegah tahun lalu adalah Khofifah Indar Parawansa, Retno Marsudi, Darmin Nasution, dan Lukman Hakim Saifuddin," kata Rustika. Pada urutan ke-6 ditempati oleh Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono dengan 29.581 berita. Pada tahun lalu, nama Basuki tak masuk dalam daftar 10 besar Menteri Terpegah. Menteri Pariwisata Arief Yahya berada di posisi ke-7 dengan 27.381 berita. Sebelumnya, Arief Yahya sempat menduduki Menteri Terpegah ke-1 pada tahun 2016 dan Menteri Terpegah ke-2 pada tahun 2017.

Posisi Menteri Terpegah ke-8 diraih Menpora Imam Nahrawi dengan 24.598 berita. Berikutnya, posisi ke-9 diraih Menko Maritim Luhut Binsar Pandjaitan dengan 23.844 berita. Di posisi ke-10 tercatat nama Menko PMK Puan Maharani dengan 23.482 berita.

"Dua dari 10 menteri terpegah adalah perempuan, yakni Sri Mulyani dan Puan Maharani," kata Rustika.

10 Menteri Tervokal Indonesia Indicator yang merupakan sebuah perusahaan Intelijen Media dengan menggunakan teknologi piranti lunak Artificial Intelligence (AI) juga menyebutkan pada tahun 2018 Menteri Keuangan Sri Mulyani tidak hanya menjadi Menteri Terpegah, tetapi juga menjadi menteri yang paling banyak dikutip pernyataan atau komentarnya di media pada tahun 2018.

Dari 48.365 berita, pernyataan Sri Mulyani dikutip media sebanyak 128.777 kutipan. Pada tahun sebelumnya, peringkat pertama sebagai Menteri Tervokal diraih Mendagri Tjahjo Kumolo.

"Pernyataan Sri Mulyani paling banyak dikutip media terkait dengan masalah kondisi perekonomian Indonesia, nilai tukar rupiah, pertemuan tahunan IMF-World Bank, target penerimaan pajak, dan sebagainya," papar Rustika.

Sementara itu, nama Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi pada tahun ini juga berada di urutan ke-2 dalam hal jumlah pernyataan yang dikutip media sebanyak 90.602 kutipan. Pernyataan Budi Karya yang paling banyak dimuat media terkait pembangunan akses transportasi seperti jalan tol, juga terkait musibah jatuhnya Lion Air. Kemudian nama menteri tervokal di urutan sesudahnya adalah Tjahjo Kumolo (88.896 pernyataan), Airlangga Hartarto (85.039 pernyataan), Wiranto (62.885 pernyataan), Arief Yahya (61.123 pernyataan), Basuki Hadimuljono (55.292 pernyataan), Lukman Hakim Saifuddin (53.423 pernyataan), Darmin Nasution (53.278 pernyataan), dan Luhut Binsar Pandjaitan (53.042 pernyataan). (red)