Tarif Tes Swab dan Antigen Turun, Penumpang Pesawat di Jambi Naik Drastis

Arus penumpang pesawat udara di Bandara Sultan Thaha Jambi tercatat meningkat setelah penurunan tarif tes Covid-19 berbasis antigen maupun Polymerase Chain Reaction (PCR). Kenaikan ini tercatat pada akhir pekan September 2021.

Tarif Tes Swab dan Antigen Turun, Penumpang Pesawat di Jambi Naik Drastis
Penumpang yang Berada di Bandara Sultan Thaha Jambi (ist)

BRITO.ID, BERITA JAMBI - Arus penumpang pesawat udara di Bandara Sultan Thaha Jambi tercatat meningkat setelah penurunan tarif tes Covid-19 berbasis antigen maupun Polymerase Chain Reaction (PCR). Kenaikan ini tercatat pada akhir pekan September 2021.

"Kemungkinan ada penurunan harga PCR swab hingga di bawah sejuta ini sangat mempengaruhi penumpang pesawat. Kami sudah melakukan penyesuaian harga untuk tes antigen menjadi Rp 85 ribu, terjadi peningkatan penumpang lagi,” ujar Executive General Manager (EGM) Bandara Sultan Thaha Jambi Agus Supriyanto, Sabtu 2 Oktober 2021.

Ia mengatakan peningkatan tersebut tercatat seperti pada statistik  penumpang yang datang dan meninggalkan bandara itu yang mencapai 400 hingga 500 orang perharinya. Angka tersebut lebih besar dibandingkan saat harga PCR Swab masih dikisaran di atas 1 jutaan. 

"Saat ini penumpang pesawat yang melakukan perjalanan dari Jambi berada di angka 400-500 penumpang. Sebelumnya, saat harga PCR Swab masih di angka 1 jutaan, penumpang yang melakukan perjalanan dari Jambi hanya berkisar 150 penumpang," ungkapnya. 

Agus menjelaskan secara komulatif saat ini selisih penumpang yang datang dan pergi tidak terlalu jauh, sementara selisihnya berada di angka 40 berbanding 60 persen.

“Bahkan total penumpang yang datang dan pergi pernah di angka 1.000,” kata Agus. 

Meski demikian, jumlah pergerakan penumpang itu terhitung sangat sedikit jika dibandingkan saat diberlakukannya PPKM. 

Sebelum diberlakukan PPKM, lanjut Agus, ada sekitar 1.000 sampai 1.500 pergerakan penumpang per harinya.

Sementara itu, pihaknya mencatat bahwa ada sekitar 150 penerbangan pesawat di bandara tersebut.

Akan tetapi, jumlah itu masih jauh jika dibandingkan dengan angka total pergerakan pesawat saat kondisi normal.

"Kalau penerbangan sekitar 150 per hari, tapi masih jauh dibandingkan kondisi normal yang mana normal itu sehari 1.500 (penerbangan)," ungkap Agus.

"(Sebelum Covid-19) kalau pergerakan penumpang di angka 1.000-1.500," imbuh dia.

Namun, jika pada tanggal 4 Oktober 2021 mendatang, Kota Jambi turun ke PPKM level 2 dan adanya kebijakan boleh menggunakan Rapid test Antigen, dirinya pun optimis akan terjadinya peningkatan penumpang bisa lebih banyak lagi.

“Jika memang PPKM turun Level 2, mungkin bisa mencapai angka di atas 1.500 untuk keberangkatan,” kata Agus. 

Agus berharap peningkatan jumlah penumpang pesawat di Bandara Jambi dapat terus berlanjut yang dibarengi dengan menurunnya kasus Covid-19.

"Dengan catatan bahwa seluruh penumpang dan pengguna jasa bandara tetap wajib disiplin kepada penerapan protokol kesehatan," pungkasnya.

Kontributor: Loadry Apryaldo
Editor: Rhizki Okfiandi