59 TPS PSU di Muarojambi, Ketua JADI: Terburuk Sepanjang Sejarah

Mahkamah Konstitusi memutuskan Pemungutan Suara Ulang (PSU) pada pilgub Jambi. PSU digelar di 88 TPS. Dari jumlah tersebut, lebih dari separuh berada di Muarojambi yakni sebanyak 59 TPS.

59 TPS PSU di Muarojambi, Ketua JADI: Terburuk Sepanjang Sejarah
Ketua JADI Muarojambi, Sudirman (ist)

BRITO.ID, BERITA MUAROJAMBI – Mahkamah Konstitusi memutuskan Pemungutan Suara Ulang (PSU) pada pilgub Jambi. PSU digelar di 88 TPS. Dari jumlah tersebut, lebih dari separuh berada di Muarojambi yakni sebanyak 59 TPS.

Putusan ini dianggap menjadi preseden buruk terhadap kineja KPU terkhusus KPU Muarojambi. Banyak yang kecewa salah satunya Jaringan Demokrasi Indonesia (JADI). 

Ketua JADI Muarojambi Sudirman, merasa kecewa dengan kepemimpinan KPUD Muarojambi saat ini. 

Pasalnya, sejak berdirinya KPUD di Muarojambi, baru kali ini terjadi Pemungutan Suara Ulang (PSU) terbanyak. 

Pria yang pernah menjabat komisioner KPUD Muarojambi selama dua periode ini menyesalkan banyak terjadi PSU di bumi Sailun Salimbai.  

"Selaku Ketua JADI dan mantan koisioner selama dua periode tentu merasa sangat kecewa. Sepanjang sejarah pemilu, inilah penyelenggaraan Pemilu terburuk di Muarojambi. Selama ini tidak pernah terjadi seperti itu," sesal Sudirman Ketua JADI Muarojambi Selasa (6/4/21).

Kata Sudirman, yang menjadi persoalan atas Putusan MK itu, ialah adanya keputusan lain, yaitu turut diberhentikannya 15 orang PPK (Panitia Pemilihan Kecamatan) di tiga kecamatan yang di-PSU-kan itu, dan 413 KPPS serta 118 hansip di 59 TPS yang di-PSU-kan tersebut.

“Kalau hanya PSU-nya, ya sudahlah itu sudah keputusan MK, tapi kan ada keputusan lain di balik itu, yang membuat saya sangat prihatin dan kecewa adalah pemberhentian atau tidak digunakannya lagi PPK dan KPPS di tempat PSU itu. Inikan menjadi pukulan berat bagi masyarakat Muarojambi dan mencoreng nama baik masyarakat Muarojambi. Bayangkan saja, gara-gara PSU ini, ada 400 lebih masyarakat Muarojambi dianggap lalai dalam melaksanakan tugas sebagai penyelenggara Pemilu 2020 kemarin,”kata Sudirman.

Sebagai masyarakat Muarojambi, kata Sudirman, sangat menyayangkan terjadinya PSU yang cukup besar di kabupaten Muarojambi ini. Bahkan dari tiga kecamatan itu, terbesarnya berada di wilayah Kecamatan Jaluko, padahal wilayah jaluko merupakan wilayah pendidikan.

“Dari 59 itukan terbanyaknya di Jaluko 38 TPS, lebih dari separuh PSU itu ada di Jaluko. Sementara Jaluko inikan daerah pendidikan, secara SDM saya pikir lumayan cukup, dan orangnya sangat heterogen dan kawasan- kawasan elit juga banyak di Jaluko. Jadi saya heran apakah bimbingan tekhnis yang dilaksanakan kurang optimal atau apa?. Ini layak untuk kita diskusikan bersama untuk menyikapi PSU ini, sehingga ke depan tidak ada lagi yang dikorbankan, hanya gara- gara hal yang tidak begitu prinsip,” tandas Sudirman.

Penulis: Raden Romi
Editor: Rhizki Okfiandi