Terkesan Asal Jadi, Box Culvert di Jaluko Muarojambi Disorot Dewan

Terkesan Asal Jadi, Box Culvert di Jaluko Muarojambi Disorot Dewan
Bangunan Box Culvert di Jaluko Muarojambi (Raden Romi/BRITO.ID)

BRITO.ID, BERITA MUAROJAMBI - Pembangunan box culvert di Desa Danau Sarang Elang Kecamatan Jambi Luar Kota Kabupaten Muarojambi jadi sorotan Dewan.

Saat dewan Dapil Jaluko melakukan melakukan pengecekan pengerjaan fisik di sana, dewan melihat pengerjaan pembangunan box culvert tersebut terkesan asal jadi.

Selain terkesan asal jadi, pembangunan juga diduga tak sesuai seperti perencanaan dalam RAB-nya.

Secara kasat mata terlihat, bangunan box culvert tersebut secara fisik tak disertai bangunan pendukung berupa dinding penahan untuk menjaga timbunan oprit agar tidak longsor.

"Terkesan asal selesai saja dan tak sesuai perencanaan dalam RAB-nya," kata Ulil Amri anggota DPRD Muarojambi Dapil Jaluko dari Fraksi PAN.

Ulil menyebut, dari hasil evaluasi pengerjaan fisik dewan di sana, warga banyak mengeluh saat melintas di sana. Warga takut sewaktu-waktu box culvert tersebut amblas akibat tak ada dinding atau turap penyanggah bangunan tersebut.

"Tidak sesuai dengan harapan, apa perencanaan yang salah atau pekerjaannya yang salah. Kalau yang ada sekarang saya perkirakan tidak akan tahan dengan waktu yang lama," kata mantan Kadis Pendidikan dan Kebudayaan Muarojambi ini.

Menyikap hal itu, Dinas PUPR Muarojambi melalui Kabid Bina Marga Taufik menjelaskan bahwa pembangunan box culvert di Desa Danau Sarang Elang sudah sesuai perencanaaan. Dalam RAB-nya memang hanya dibangun bangunan utamanya saja terlebih dahulu.

"Box itu dalam rancangannya dibangun hanya bangunan utamanya saja, karena anggaran yang dialokasikan hanya cukup untuk pembuatan struktur bangunan utama saja. Ke depan, kita usulkan untuk pembuatan dinding penahan tanah atau turapnya," jelas Taufik.

Persoalan urukan atau timbunan tanah yang tergerus akibat hujan dan menjadi keluhan warga, Taufik menyebut itu sudah dilakukan perbaikan. Sudah dilakukan penimbunan terhadap titik tersebut hingga warga tak perlu lagi kuatir.

"Kalau persoalan tanah yang turun karna hujan, itu memang lumrah terjadi. Biasa, tetapi sudah ditimbun, karena memang masih dalam masa pemeliharaan.Saat ini kondisinya sudah diisi dengan tanah dan juga dibuatkan turap dari cerucuk dan karung-karung tanah untuk menahan laju air bila hujan," kata dia.

Penulis: Raden Romi

Editor: Rhizki Okfiandi