Harga Karet hanya Rp 4 Ribu, Petani: Biarlah Kami Mati Kelaparan

Pandemi Covid-19 sudah dirasakan oleh sebagian masyarakat Indonesia. Selain dampak sosial, pandemi ini juga sangat berdampak pada ekonomi masyarakat. Salah satunya dirasakan oleh Petani Karet di Merangin.

Harga Karet hanya Rp 4 Ribu, Petani: Biarlah Kami Mati Kelaparan
Aktivitas Petani Karet (ist)

BRITO.ID, BERITA MERANGIN – Pandemi Covid-19 sudah dirasakan oleh sebagian masyarakat Indonesia. Selain dampak sosial, pandemi ini juga sangat berdampak pada ekonomi masyarakat. Salah satunya dirasakan oleh Petani Karet di Merangin.

Dibincangi Brito.id, seorang petani karet di Kecamatan Bangko, Arman (56) menyebutkan, saat ini Ia hanya bisa pasrah, karena harga jual karet yang tak bisa diharapkan.

“Nak makan apo kini, nak jual getah (karet) tauke cuma mau ngambek Rp 4 ribu, untuk beli beras bae dak cukup,” ungkap Arman.

Disebutkannya, dengan harga rendah, terpaksa Ia mencari pinjaman, untuk memenuhi kebutuhannya sehari-hari.

“Mano sekarang hari hujan terus, ado getah malas nak jual, terpakso kini cuman biso minjam ke sano- ke sini, daripado orang di rumah dak ado makan,” ujarnya.

Bahkan Ia juga sangat berharap kepada Pemerintah, untuk dapat memberikan solusi terhadap harga karet ini.

“Kami ni dak tau lagi nak ngadu dengan siapo, kalau macam ni terus, biarlah kami mati kelaparan,” pungkasnya.

Penulis: Rhizki Okfiandi