KECEWA! Agama Islam Dihina Macron, Paul Pogba Mundur dari Timnas Prancis

Gelandang Manchester United, Paul Pogba dikabarkan telah mengundurkan diri dari Tim Nasional (Timnas) Prancis.

KECEWA! Agama Islam Dihina Macron, Paul Pogba Mundur dari Timnas Prancis
Pogba (ist)

BRITO.ID, BERITA VIRAL - Gelandang Manchester United, Paul Pogba dikabarkan telah mengundurkan diri dari Tim Nasional (Timnas) Prancis.

Dikutip dari The Sun, keputusan tersebut diambil Pogba setelah komentar dari presiden Prancis, Emmanuel Macron yang diduga menghina agama yang dianut pemain berusia 27 tahun itu yakni Islam.

Pemain berjuluk Il Polpo Itu diduga telah membuat keputusan pada hari Jumat.

Hal ini dikarenakan Pemerintah Prancis memutuskan untuk menghormati guru bahasa Prancis, Samuel Paty yang tewas usai menunjukan gambar yang menyinggung Nabi Muhammad SAW.

Paty dianugerahi Legiun d'honneur, penghargaan tertinggi yang dianugerahkan oleh pemerintah Prancis sebagai pengakuan atas fakta bahwa ia meninggal lantaran mencoba menjelaskan pentingnya kebebasan berbicara.

Macron menggambarkan bahwa pembunuhan tersebut sebagai serangan teroris Islam yang merenggut nyawa Paty.

Dia mengatakan bahwa persatuan dan ketegasan adalah satu-satunya jawaban atas kejahatan terorisme Islam.

Pengunduran diri Pogba dipublikasikan hari Minggu, 25 Oktober 2020 di laman olahraga Arab 195 Sports yang mengatakan bahwa keputusan untuk memberikan Legiun d'honneur kepada guru itu dan komentar Macron yang menuduh bahwa Islam sebagai sumber terorisme internasional adalah alasan atas keputusannya untuk berhenti bermain sebagai pemain Tim Nasional (Timnas) Prancis.

Pogba diduga menganggap keputusan itu menghina dia dan Muslim Prancis, terutama karena Islam adalah agama kedua di Prancis setelah Kristen.

Sementara itu atas komentar Macron itu beberapa asosiasi perdagangan Arab telah mengumumkan seruan untuk memboikot produk yang berasal dari Prancis.

Komentarnya itu juga menyebabkan terjadinya kampanye media sosial yang menyerukan boikot produk Prancis dari supermarket di negara-negara Arab dan Turki.

Beberapa tagar seperti #BoycottFrenchProducts, atau dalam bahasa Inggris dan Arab #ExceptGodsMessenger menjadi trending di berbagai negara seperti Kuwait, Qatar, Palestina, Mesir, Aljazair, Yordania, Arab Saudi, dan Turki.

Di Kuwait, ketua dan anggota direksi dari Al-Naeem Cooperative Society memutuskan untuk memboikot dan mengeluarkan semua produk Prancis dari rak supermarket.

Kemudian, di Qatar, perusahaan Wajbah Dairy mengumumkan untuk memboikot produk Prancis dan berjanji akan mengganti dengan alternatif lain.

Kemudian, The Gulf Cooperation Council (GCC) mengungkapkan bahwa pernyataan Macron sangat tidak bertanggung jawab dan bertujuan untuk menyebarkan budaya kebencian di antara masyarakat.

Sumber: depok.PikiranRakyat.com
Editor: Ari