Antrean BBM di Muara Bungo Kian Mengular Jelang Nataru, Sorotan Tajam ke Pemkab dan DPRD

Antrean BBM di Muara Bungo Kian Mengular Jelang Nataru, Sorotan Tajam ke Pemkab dan DPRD
Antrian BBM di SPBU Dalam Muara Bungo. (Brito.id)

BRITO.ID, BERITA BUNGO – Fenomena antrean panjang kendaraan roda dua dan roda empat untuk mendapatkan Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi, khususnya jenis Pertalite dan Bio Solar, kembali mencuat dan kian parah di Muara Bungo dalam dua hari terakhir, Selasa (23/12).

Antrean yang mengular terlihat jelas di beberapa Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) utama, seperti SPBU Candika, SPBU di sepanjang Jalan Jenderal Sudirman, dan lokasi lainnya.

Kondisi ini memunculkan kekhawatiran menjelang periode Natal dan Tahun Baru (Nataru), di mana kebutuhan dan mobilisasi masyarakat cenderung meningkat.

Pemkab dan DPRD Bungo Disorot Warga.

Menanggapi krisis BBM yang terus berulang, sorotan tajam datang dari masyarakat, termasuk dari aktivis media sosial. Melalui unggahan di Facebook, Ari Irawan S Sos mempertanyakan peran Pemerintah Kabupaten Bungo (Pemkab) dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD).

"Mana nih pemerintah Kabupaten Bungo yang memegang kebijakan dan kekuasaan. Kapolres Bungo sudah bekerja keras demi Masyarakat..tinggal pemerintah kab.Bungo, DPRD, unsur yang memegang kekuasaan yang belum Turun dan memberi solusi. BBM makin Panjang Antrian seharusnya cepat memberi solusi," tulisnya dalam unggahan pada 1 hari yang lalu.

Kritik ini menggarisbawahi upaya yang sudah dilakukan oleh pihak kepolisian, sementara solusi kebijakan dari otoritas Pemkab dan DPRD dinilai belum terlihat. Bahkan, salah satu komentar netizen menyebut situasi ini sebagai "permainan BBM".

Upaya Polres Bungo dan Spekulasi Penyebab Antrean

Sementara itu, pihak kepolisian setempat menunjukkan gerak cepat dalam menertibkan dan memantau penyaluran BBM bersubsidi. Kapolres Bungo, AKBP Natalena Eko Cahyono, S.Kom, M.Si, terlihat langsung melakukan monitoring di SPBU Candika (24.372.21), Muara Bungo.

Kegiatan monitoring ini dilakukan untuk menertibkan antrean kendaraan serta memastikan penyaluran BBM bersubsidi berjalan tertib, aman, dan sesuai ketentuan, sebagaimana diumumkan oleh akun resmi Polres Bungo. Penertiban juga tampak menyasar praktik pengisian menggunakan jeriken tanpa surat rekomendasi yang sah.

Di tengah situasi ini, muncul spekulasi di kalangan warga bahwa antrean mengular mendadak menjelang akhir tahun ini karena adanya kekhawatiran masyarakat tidak kebagian jatah BBM bersubsidi sebelum SPBU tutup, terutama untuk jenis Pertalite dan Solar.

"Tebo samo Bungo BBM langkah di eceran, harga jd naik. Seharusnya Bupati Gerak cepat agar BBM tuk SPBU ditambah 2 kali agar terjaga disaat Nataru," tulis salah seorang warga dalam percakapan grup WhatsApp.

Tindakan Koordinasi di Tengah Krisis

Sebagai langkah antisipatif menghadapi lonjakan permintaan saat Nataru, Polres Bungo telah mengambil inisiatif untuk berkoordinasi. Surat berkop Kepolisian Negara Republik Indonesia Resor Bungo tertanggal 20 Desember 2025 menunjukkan adanya undangan rapat koordinasi yang akan dilaksanakan pada Senin, 22 Desember 2025, pukul 13.00 WIB, di Aula Tatag Trawang Tungga (lantai II) Polres Bungo, guna membahas kesiapan penerapan sistem antrian digital Bungo Prestasi dalam rangka pengamanan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026.

Masyarakat berharap Pemkab Bungo dan DPRD segera mengambil langkah strategis yang konkret, seperti menambah pasokan BBM bersubsidi, untuk mengatasi krisis antrean dan memastikan kelancaran logistik serta kenyamanan beribadah dan beraktivitas menjelang akhir tahun.

(Ado)