Suasana Haru Wisuda Tahfidz Diniyyah Al-Azhar Indonesia, Direktur Pendidikan Dorong Santri Menjadi Generasi Global Berkarakter Qur'ani

Suasana Haru Wisuda Tahfidz Diniyyah Al-Azhar Indonesia, Direktur Pendidikan Dorong Santri Menjadi Generasi Global Berkarakter Qur'ani
Direktur Pendidikan Diniyyah Al-Azhar Indonesia memberikan penghargaan kepada wisudawan wisudawati Tahfizh Diniyyah Al-Azhar terbaik.

BRITO.ID, BERITA BUNGO – Suasana haru dan penuh kebanggaan menyelimuti Area Sport Centre Diniyyah Al-Azhar Bungo, Minggu (4/1/2026). Sebanyak 214 santri hafidz dan hafidzah dari berbagai jenjang pendidikan di bawah naungan Diniyyah Al-Azhar Indonesia resmi mengikuti Wisuda Tahfidz Al-Qur’an, sebuah momentum bersejarah yang menandai capaian penting dalam perjalanan mereka sebagai penjaga Kalamullah.

Wisuda Tahfidz ini tidak hanya menjadi ajang apresiasi atas capaian hafalan Al-Qur’an para santri, tetapi juga menjadi ruang refleksi tentang masa depan generasi Qur’ani yang siap berkiprah di tingkat nasional hingga internasional.

Direktur Pendidikan Diniyyah Al-Azhar Indonesia, Ustadz H. Moch. Hafizh El Yusufi, MM, dalam sambutannya menegaskan bahwa para santri tidak boleh membatasi mimpi hanya pada lingkup lokal. Ia mengungkapkan bahwa Diniyyah Al-Azhar Indonesia telah membuka akses luas bagi santri untuk melanjutkan pendidikan ke luar negeri melalui berbagai program beasiswa.

“Alhamdulillah, Diniyyah Al-Azhar Indonesia saat ini telah bekerja sama dengan lebih dari 45 universitas di Tiongkok. Kampus-kampus tersebut tersebar di berbagai provinsi seperti Harbin, Shandong, Jiangsu, Nantong, hingga Universitas Tsinghua. Insyaallah, santri yang telah lulus seleksi akan diberangkatkan pada bulan Agustus mendatang,” ujar Ustadz Hafizh El Yusufi.

Ia menegaskan bahwa program tersebut merupakan beasiswa penuh jenjang S1, sehingga para orang tua tidak perlu ragu atau khawatir terkait biaya pendidikan. Menurutnya, keberanian melepas anak untuk belajar ke luar negeri adalah bagian dari ikhtiar besar dalam membentuk karakter dan daya saing global.

“Belajar ke luar negeri memang tidak menjamin kesuksesan, tetapi anak-anak kita akan menang banyak dari sisi jaringan, kemandirian, ketahanan mental, multitasking, serta pemahaman lintas budaya. Semua itu sangat berpengaruh terhadap karakter dan masa depan mereka,” jelasnya.

Ustadz Hafizh El Yusufi juga menyampaikan bahwa kecerdasan intelektual hanya berkontribusi kecil terhadap kesuksesan seseorang. Berdasarkan berbagai riset, faktor karakter, ketahanan mental, dan dukungan keluarga justru memiliki pengaruh yang jauh lebih besar.

Ia mencontohkan banyak anak Indonesia yang berhasil menempuh pendidikan hingga jenjang S2 dan S3 di universitas ternama dunia, meskipun berasal dari keluarga sederhana. Kunci keberhasilan mereka, kata dia, terletak pada doa, motivasi, dan kalimat-kalimat baik yang terus disampaikan orang tua kepada anak-anaknya.

“Ucapan yang baik, doa yang terus-menerus, dan dukungan tanpa menghakimi adalah energi besar bagi anak-anak kita. Jangan halangi mimpi mereka. Apa yang hari ini mereka raih, bisa jadi masih menjadi mimpi bagi jutaan anak di luar sana,” tegasnya.

Dalam kesempatan tersebut, ia juga menyinggung pentingnya kesehatan mental generasi muda. Menurutnya, Al-Qur’an adalah obat paling murah, paling mudah, dan paling efektif dalam menjaga kesehatan mental dan spiritual manusia.

“Hari ini kita sibuk bicara mental health, tapi sering lupa bahwa Allah sudah menurunkan obatnya, yaitu Al-Qur’an. Menghafal, membaca, dan mengamalkan Al-Qur’an adalah kekuatan luar biasa bagi jiwa,” ujarnya.

Wisuda Tahfidz ini turut dihadiri Ketua Yayasan Diniyyah Al-Azhar Indonesia, Umi Dra Hj. Rosmaini MS, M.PdI, Mudir Pondok Pesantren Diniyyah Al-Azhar Bungo KH. Dzulfadhli El Yusufi, Lc, M.Pd, perwakilan Kementerian Agama Kabupaten Bungo, perwakilan Pemerintah Kabupaten Bungo, serta para pimpinan madrasah dan satuan pendidikan di lingkungan Diniyyah Al-Azhar Indonesia.

Momentum Wisuda Tahfidz ini menjadi penegasan komitmen Diniyyah Al-Azhar Indonesia dalam mencetak generasi Qur’ani yang tidak hanya unggul dalam hafalan, tetapi juga siap bersaing secara global dengan karakter kuat, mental tangguh, dan akhlak mulia.

(Ari Widodo)