Gabungan Ormas Demo PUPR Bungo, Beberapa Proyek Diduga Syarat Korupsi

Gabungan Ormas Demo PUPR Bungo, Beberapa Proyek Diduga Syarat Korupsi

BRITO.ID, BERITA BUNGO - Memperingati Hari Anti Korupsi Sedunia, puluhan anggota dari gabungan Ormas Kabupaten Bungo melakukan aksi demonstrasi di Dinas PUPR dan Kejaksaan Negeri Kabupaten Bungo. Mereka mempertanyakan beberapa proyek yang dianggap diduga Markup yang kini dikerjakan di Kabupaten Bungo. Kamis (13/12).

Koordinator lapangan Fahlefi membacakan pernyataan sikap soal Dinas PUPR Kabupaten Bungo antara lain :

1. Diduga pembangunan bawah jembatan Rantau Keloyang asal jadi dan Markup anggaran sebesar Rp.1,7 Milyar.

2. Diduga Pembangunan bawah jembatan sungai Batang Asam Tanjung Belit asal jadi dan Markup anggaran sebesar Rp.1,3 Milyar

3.Mempertanyakan kegiatan duplikasi jembatan Batang Bungo dengan cara menimbun sebagian induk sungai dimana pengawasan dinas PUPR Bungo.

4. Diduga kegiatan pembangunan MCK tahun 2018 asal jadi dan terkesan mubazir.

Kabid Bina Marga Dinas PUPR Bungo Indra Mardian  mengaku pihaknya tak tahu masalah jembatan, Menurutnya pihak Dinas PUPR merencanakan jembatan berdasarkan juru teknis, dan acuan teknis. “Kalau pihak ormas punya perhitungan sendiri tentang jembatan tersebut kami terima," ungkapnya.

Indra mengajak duduk bersama untuk hitung teknis secara bersama. Dia menanyakan perhitungan dari ormas. “Kami siap mempertanggung jawabkan perhitungan kami ini," tukas Indra.

Sementara itu Fahlevi menilai pengerjaan tidak sesuai dengan dana yang dianggarkan, terutama jembatan. Menurutnya, kuat dugaan adanya aroma korupsi karena hasil kerja dinilai amburadul.

Dalam aksi ini, rombongan Ormas mengaku belum puas, sebab belum mendapat klarifikasi yang detail dari Dinas PUPR. Menurut mereka, jawaban Mardian sebagai perwakilan Dinas PUPR tidak disertai data. (red)