Matangkan Rencana Masa Depan, Pemkot Lubuklinggau Gelar Paparan Akhir Studi Kelayakan Kawasan Industri

Matangkan Rencana Masa Depan, Pemkot Lubuklinggau Gelar Paparan Akhir Studi Kelayakan Kawasan Industri
Paparan akhir kawasan Industri Lubuklinggau. (Kominfo)

BRITO.ID, BERITA LUBUKLINGGAU – Pemerintah Kota Lubuklinggau terus menunjukkan keseriusannya dalam mengembangkan potensi ekonomi daerah melalui sektor industri. Hal ini terlihat dalam kegiatan "Paparan Laporan Akhir Studi Kelayakan Kawasan Industri Kota Lubuklinggau Tahun 2025" yang digelar baru-baru ini.

Dalam pertemuan yang dihadiri oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Lubuklinggau, Trisko Defriyansa, beserta jajaran pejabat terkait tersebut, dibahas secara mendalam mengenai hasil kajian teknis dan akademis terkait potensi wilayah. Fokus utama pembahasan tertuju pada pemetaan kawasan strategis di wilayah Lubuklinggau Utara dan Selatan, sebagaimana terpampang dalam presentasi tim ahli yang terhubung melalui konferensi video.

Penyusunan studi kelayakan (Feasibility Study) ini merupakan langkah krusial sebelum melangkah ke tahap eksekusi fisik dan regulasi. Dokumen ini nantinya akan menjadi landasan bagi pemerintah kota dalam menarik investor, menentukan zonasi yang tepat agar tidak berbenturan dengan pemukiman, serta memastikan dampak lingkungan yang terkendali.

Dengan target perencanaan tahun 2025, Lubuklinggau berambisi mentransformasi dirinya bukan hanya sebagai kota transit, melainkan sebagai sentra produksi dan pengolahan yang mampu menyerap tenaga kerja lokal serta mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Analisis Kelayakan - Apakah Lubuklinggau Pantas?

Berdasarkan konteks adanya studi kelayakan yang serius dan data umum mengenai geografis kota tersebut, Lubuklinggau memiliki potensi yang sangat besar dan "pantas" untuk dikembangkan menjadi kota industri atau setidaknya memiliki kawasan industri terpadu.

Berikut adalah alasan mengapa Lubuklinggau layak (feasible):

1. Posisi Geografis yang Sangat Strategis (Kota Transit)

Lubuklinggau dikenal sebagai kota "Segitiga Emas" atau simpul lintas tengah Sumatera. Kota ini menghubungkan tiga provinsi sekaligus: Sumatera Selatan, Bengkulu, dan Jambi. Posisi ini sangat ideal untuk industri logistik, pergudangan, dan distribusi barang.

2. Infrastruktur Transportasi yang Lengkap

Berbeda dengan banyak kota tingkat II lainnya di Sumatera, Lubuklinggau memiliki akses transportasi yang sangat mumpuni untuk mendukung industri:

 * Bandara Silampari: Memudahkan mobilitas investor dan kargo udara.

 * Stasiun Kereta Api: Adanya jalur kereta api (Lubuklinggau-Palembang) adalah aset vital untuk pengangkutan logistik massal/kontainer yang lebih murah dibandingkan truk.

 * Jalan Lintas Sumatera: Akses jalan darat yang lebar dan aktif.

3. Ketersediaan Lahan (Utara dan Selatan)

Kawasan Lubuklinggau Utara dan Selatan, kota ini masih memiliki lahan terbuka yang luas di pinggiran kota. Pemisahan zonasi (Utara/Selatan) menunjukkan perencanaan yang matang untuk memisahkan area industri dari pusat keramaian kota, yang biasanya berada di tengah/timur.

4. Potensi Sumber Daya Alam (Hilirisasi)

Wilayah sekitar Lubuklinggau (Musi Rawas dan Muratara) adalah penghasil karet, sawit, dan hasil tambang. Lubuklinggau bisa memposisikan diri sebagai pusat industri pengolahan (hilirisasi). Daripada mengirim bahan mentah ke Palembang atau Lampung, bahan tersebut bisa diolah menjadi barang jadi atau setengah jadi di pabrik-pabrik di Lubuklinggau.

5. Kesiapan Sumber Daya Manusia (SDM)

Sebagai kota terbesar kedua di Sumsel setelah Palembang, Lubuklinggau memiliki fasilitas pendidikan yang cukup banyak, yang berarti suplai tenaga kerja terdidik relatif tersedia dibandingkan kabupaten di sekitarnya.

(*/Ado)