Pengembangan Modul Bahasa Inggris Komputer Berbasis Kontruktivisme untuk Mahasiswa Teknik Informatika Universitas Dharmas Indonesia

Pengembangan Modul Bahasa Inggris Komputer Berbasis Kontruktivisme untuk Mahasiswa Teknik Informatika Universitas Dharmas Indonesia

PEMBELAJARAN Bahasa Inggris merupakan salah satu matakuliah wajib yang harus dipelajari dan dipahami oleh mahasiswa di perguruan tinggi apapun program studi yang ditempuh mahasiswa tersebut salah satunya adalah Teknik Informatika. mahasiswa dituntut dapat berbahasa Inggris baik lisan maupun tulisan yang merupakan ilmu dasar bagi mahasiswa karena materi atau istilah-istilah dalam pembelajaran khususnya English for Computer Science diciptakan dengan basis bahasa Inggris. Misalnya constants, variable, array, function, class dan lain-lain. Jika mahasiswa paham bahasa Inggris akan sangat mudah untuk memahami apa yang dimaksud dari istilah tersebut. 

Berdasarkan observasi di program studi Teknik Informatika Universitas Dharmas Indonesia khususnya dalam pembelajaran bahasan Inggris komputer masih banyak mahasiswa kesulitan dalam proses pembelajaran, dilihat dari pengisian kuesionar mahasiswa sebagai berikut;1) mahasiswa saling bertanya dalam mengklarifikasi materi yang diajarkan, dan mahasiswa mempunyai masalah dalam memahami deskripsi yang panjang, 2) mahasiswa kesulitan dalam penyusunan kata-kata, serta ketakutan berbicara dengan bahasa Inggris, 3) mahasiswa masih kesulitan dalam memahami gagasan utama, bagaimana mengetahui informasi secara spesifik, serta menebak kosa kata (khusus) yang belum diketahui artinya pada sebuah bacaan, dan 4) menggunakan kalimat belum sesuai dengan tatabahasa, selain itu mahasiswa juga mengalami kesulitan dalam menemukan topik, pengorganisasian paragraf serta pemilihan kosakata yang sesuai dengan konteks. 

Selain itu, Dosen masih kesulitan dalam perancangan materi pembelajaran yang melibatkan mahasiswa langsung dalam memahami materi. Salah satu penyebab permasalahan ini adalah belum adanya bahan ajar yang dapat memandu mahasiswa untuk memahami konsep dasar bahasa Inggris (English for Computer Science) dengan kehidupan sehari-hari atau sesuai dengan program studinya, sehingga mahasiswa masih menjadikan dosen sebagai informasi utama. Oleh sebab itu  perlu dikembangkan sebuah bahan ajar berupa modul berbasis kontruktivisme agar mahasiswa mampu belajar secara mandiri dan sesuai dengan kebutuhan dalam memahami bahasa Inggris khususnya dalam program studi Teknik Informatika, sehingga mampu menjadikan pembelajaran bahasa Inggris menjadi bermakna. Tujuan utama yang dicapai dalam penelitian ini adalah menghasilkan modul bahasa Inggris Komputer berbasis kontruktivisme untuk mahasiswa Tenik Informatika di Universitas Dharmas Indonesia. Tujuan jangka panjangnya adalah agar mahasiswa Teknik Informatika Universitas Dharmas Indonesia memiliki pemahaman yang baik tentang bahasa Inggris serta mampu belajar mandiri untuk bisa dapat bersaing didunia Nasional maupun International. (Sugiyono,2017) Secara umum tujuan dari penelitian dan pengembangan ini adalah untuk menghasilkan Modul Bahasa Inggris komputer berbasis Konstruktivisme untuk mahasiswa Teknik Informatika Universitas Dharmas Indonesia.

Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan (Research and Development) dengan menggunakan model pengembangan ADDIE (Analysis, Design, Develop, Implementation, Evaluation). Tahapan pertama adalah analisis meliputi analisis kebutuhan, analisis materi sesuai kompetensi, dan analisis karakter mahasiswa. Tahapan kedua adalah desain meliputi perancangan silabus dan menentukan tujuan serta memilih topik yang sesuai. Tahapan ketiga adalah pengembangan yang merupakan proses produksi produk. Tahapan keempat adalah implementasi yang merupakan pelaksanaan perangkat pembelajaran yang telah siap untuk digunakan. Tahapan terakhir adalah evaluasi yang merupakan proses penilaian formatif dan sumatif.

Berdasarkan hasil pengembangan modul berupa modul bahasa Inggris Komputer berdasarkan pendekatan berbasis konstruktivisme yang telah diujikan, modul bahasa Inggris memenuhi kriteria yang diinginkan yaitu valid, praktis dan efektiv. Berikut adalah dapat dilihat pembahasan masing-masing kategori modul bahasa Inggris berdasarkan pendekatan tersebut.

1. Validitas Bahan Pengajaran Bahasa Inggris Komputer

Validitas modul bahasa Inggris Komputer dilakukan untuk mengukur layak tidaknya modul bahasa Inggris tersebut. Dalam penelitian ini ada tiga komponen penilaian modul bahasa Inggris komputer yang terdiri dari konten, konstruksi, dan bahasa. Salah satu penilaian validitas adalah konstruksi modul berupa modul Bahasa Inggris Komputer. Hal  ini sesuai dengan Riduwan (2015: 97) yang menjelaskan bahwa untuk menguji validitas suatu konstruksi dapat digunakan oleh tenaga ahli.

Berdasarkan hasil validasi dari 4 ahli atau dosen Universitas Dharmas Indonesia terhadap materi ajar bahasa Inggris Komputer berbasis Konstruktivisme memiliki nilai rata-rata 88,1% yang termasuk dalam kategori sangat valid. Dengan demikian, Modul Bahasa Inggris pada kriteria dapat diterapkan pada Mahasiswa karena nilai rata-rata validasi Modul berada pada kategori sangat valid.

2. Kepraktisan Materi Pengajaran Bahasa Inggris Komputer

Kepraktisan modul bahasa Inggris Komputer berbasis Konstruktivisme mengacu pada kemudahan dan manfaat bagi dosen dan mahasiswa Teknik Informatika dalam proses belajar. Penilaian kepraktisan modul berupa modul bahasa Inggris komputer berbasis konstruktivisme dilakukan oleh dosen dan mahasiswa dengan menggunakan angket. Menurut Riduwan (2015: 89) persentase kriteria praktis adalah 75-100%, sedangkan nilai rata-rata praktisi oleh dosen Teknik Informatika bahasa Inggris adalah 80%, sedangkan nilai rata-rata mahasiswa Teknik Informatika adalah 82,06%. Penilaian dari kedua praktisi dikategorikan sebagai sangat praktis. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa modul bahasa Inggris Komputer berbasis konstruktivisme dapat membantu dan memudahkan dosen dalam proses belajar mengajar. 

3. Efektivitas Modul Bahasa Inggris Komputer

Uji efektivitas modul bahasa Inggris komputer berbasis konstruktivisme dilakukan selama 5 kali pertemuan. Pada setiap pertemuan siswa diharuskan mengerjakan setiap tugas dan latihan yang terdapat dalam modul bahasa Inggris tersebut. Selanjutnya diakhir pertemuan diberikan tes untuk mahasiswa Teknik Informatika yang terdiri dari 10 soal menyelesaikan percakapan dan 10 soal pilihan ganda. Hasil uji keefektifan dapat dilihat pada 

Dari hasil diatas dapat dilihat Efektivitas modul bahasa Inggris Komputer mengacu pada hasil belajar. Hal ini terlihat dari pencapaian target yang dicapai. Efektivitas dapat diartikan sebagai tingkat keberhasilan dalam penggunaan suatu produk. Keefektivan penggunaan modul bahasa Inggris komputer dilihat dari hasil belajar mahasiswa Teknik Informatika dengan persentase 95,65% dan termasuk dalam kategori sangat efektif. Hal ini didukung oleh Riduwan (2015: 89) yang menyatakan bahwa persentase kriteria efektiv 75-100%.

Berdasarkan hasil pengembangan dan pengujian modul pembelajaran Bahasa Inggris Komputer berbasis Konstruktivisme pada mahasiswa Teknik Informatika, dapat disimpulkan bahwa modul pembelajaran Bahasa Inggris Komputer berada pada kategori valid, praktis dan efektif. Kategori valid dilihat dari penilaian isi, konstruksi dan kesesuaian bahasa. Kategori praktis terlihat dari materi yang disajikan sesuai dengan tujuan pembelajaran, materi yang menarik dan mudah dipahami. Kategori efektif terlihat dari soal tes menggunakan bahasa yang jelas, mudah dipahami, tidak mengandung makna ganda dan sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai. (*)

Rauldatul Husni

Pendidikan Bahasa Inggris, Universitas Dharmas Indonesia

[email protected]