Raihan Ariatama Nahkodai PB HMI Periode 2021-2023

Kongres Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) ke XXXI di Islamic Centre Surabaya Jawa Timur sudah selesai, Kamis (25/3/2021). Raihan Ariatama terpilih menjadi Ketua Umum PB HMI periode 2021-2023.

Raihan Ariatama Nahkodai PB HMI Periode 2021-2023
Raihan Ariatama. (Istimewa)

BRITO.ID, BERITA SURABAYA - Kongres Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) ke XXXI di Islamic Centre Surabaya Jawa Timur sudah selesai, Kamis (25/3/2021).

Raihan Ariatama terpilih menjadi Ketua Umum PB HMI periode 2021-2023

“Iya benar, menang Raihan,” kata Pandi salah seorang peserta delegasi saat dihubungi mudanews.com dikutip oleh Brito.id

Hal ini juga dibenarkan oleh Tori delegasi dari Kabupaten Kerinci. "Benar Raihan yang menang," ungkapnya.

Diketahui dari arena Kongres, Raihan memperoleh suara sebanyak 82 suara, kemudian disusul oleh Alimudin Kha sebanyak 40 suara, M Arimin 32 suara, Rabbi Syahir 34 suara dan Aris Shoim hanya 13 suara.

Dikutip dari INews.id, Raihan mengakui ada banyak kandidat muncul pada kongres kali ini, yakni 26 kandidat. Namun, dirinya optimistis karena punya pembeda dari para kandidat lainnya.

Beberapa di antaranya yakni menjadi satu-satunya kandidat yang belum menikah. Raihan menyebut, setiap kali kongres status kandidat selalu menjadi pertimbangan para kader, bahwa ketua umum seharusnya belum menikah, meskipun pertimbangan tersebut tidak menjadi aturan tertulis.

"Saya bukan calon termuda, tapi usia saya masih 28, belum kepala tiga. Saya juga belum menikah," katanya.

Karena itu Raihan berjanji akan membawa HMI menjadi lebih baik bila mendapatkan amanah sebagai ketua umum.

Ada empat program unggulan yang disampaikan Raihan, yakni digitalisasi organisasi; perbaikan metode pengkaderan sesuai perkembangan zaman; membangun incubator entrepreneurship sebagai wadah para kader untuk berwirausaha; serta menjdikan HMI sebagai perisai kebangsaan.

Raihan mengatakan, Indonesia hari ini sedang menghadapi persoalan radikalisme agama yang kerap kali berujung pada tindakan pengkafiran, kekerasan dan teror hingga persoalan separatisme. Karena itu menurutnya HMI harus hadir, menjadi perisai kebangsaan.

Caranya dengan turut mengambil peran dalam memberikan kontribusinya agar bisa membantu menyelesaikan beragam persoalan tersebut.

"Sebagai intelektual muslim, HMI harus mampu memproduksi wacana Islam sebagai agama yang Rahmatan lil Alamin dan mengembangkan pemikiran-pemikiran keislaman yang moderat," katanya.

Diketahui pula ada 26 Calon Ketum PB HMI, diantaranya :

1. Rizky Muhammad Ikhsan (Depok)

2. Firman Kurniawan Said (Makasar Timur)

3. Muh. Ikrampalesa (Kendari)
4. Alimuddin (Tondano)

5. Bagas Kurniawan (Depok)

6. Muh. Syahril Irianto (Merauke)

7. Raihan Ariyatama (Bulaksumur Sleman)

8. Muh. Nur Aris Shoim (Jogjakarta)

9. Hasan Basri Baso (Makassar)

10. Hadi Rusmanto (Cilegon)

11. Hari Sukma Pradinata (Palembang)

12. Urip Prayitno (Sumenep)

13. Arven Marta (Jakarta Pusat Utara)

14. Pramuhita A Mumdi (Jember)

15. Riyanda Barmawi (Malang)

16. Akmal Fahmi (Bekasi)

17. Chandra Arga (Kolaka)

18. Taufan Ikhsan Tuarita (Makassar)

19. Muh. Ichya Alimudin (Ciputat)

20. Ari Safari Mau (Jakarta Selatan)

21. Bobby Irtanto (Pekanbaru)

22. Iqbal Boiratan (Fakfak)

23. Muh. Gusril Khalik (Jambi)

24. Muh. Arimin (Kutai Kartanegara)

25. Abdul Rabbi Syahrir (Bogor)

26. Rahimkey (Jakarta Pusat Utara) (red)