1,1 Juta WNI Tunaikan Umroh, Ini Prediksi Kemenag Pada 2019

1,1 Juta WNI Tunaikan Umroh, Ini Prediksi Kemenag Pada 2019

BRITO.ID, BERITA PALU - Kementerian Agama Republik Indonesia memprediksi jamaah calon peserta ibadah umroh dari berbagai daerah tahun 2019 akan meningkat dibanding tahun sebelumnya.

"Setiap tahun jamaah umroh selalu mengalami peningkatan, hal itu dipengaruhi beberapa faktor," ucap Kasubdit Pemantauan, Pengawasan Umroh dan Haji Khusus Kementerian Agama RI, Nur Alya Fitra, di Palu, Sulawesi Tengah (Sulteng), Selasa (18/12).

Nur Alya mengemukakan, sampai saat ini Kementerian Agama mencatat jumlah jamaah yang telah berangkat dan menunaikan ibadah umroh sekitar 1,1 juta orang.

Karena itu, sebut dia, tahun 2019 dimungkinkan terjadi peningkatan jumlah jamaah dari berbagai daerah di tanah air yang ingin melaksanakan ibadah umroh ke Tanah Suci.

Ia menguraikan peningkatan jumlah itu dikarenakan beberapa faktor antara lain, pertama, taraf hidup masyarakat khususnya umat Islam di tanah air sudah semakin membaik.

Kedua, antrean berangkat berhaji sangat panjang, sehingga salah satu alternatif yakni melaksanakan ibadah umroh di tanah suci atau ke bitullah di Mekkah.

Kemenag, sebut dia, menekankan kepada setiap perusahaan travel atau Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umroh untuk memberikan bimbingan kepada calon jamaahnya.

"Dalam Peraturan Menteri Agama RI Nomor 8 Tahun 2018 ditegaskan bahwa PPIU/travel wajib memberikan bimbingan sebelum memberangkatkan jamaah, selama di Tanah Suci dan kembali ke tanah air," tegas dia.

Ia menegaskan memberikan bimbingan ibadah umroh kepada jamaah harus dilakukan oleh setiap penyelenggara perjalanan/travel. Karena hal itu termasuk standar layanan perusahaan penyelenggara.

Kementerian Agama RI mencatat terdapat 1.006 perusahaan travel berizin yang tersebar di seluruh provinsi dan kabupaten/kota di Indonesia. Di Sulawesi Tengah, terdapat 4 perusahaan travel yang berizin.

Kemenag menyiapkan aplikasi umroh cerdas. Lewat Aplikasi umroh cerdas, calon jamaah umroh dapat mengetahui perusahaan travel atau jasa penyelenggara umroh yang mendapat izin dari pemerintah melalui Kementerian Agama.

Kemudian, Nur Alya mengatakan, setiap perusahaan travel atau penyelenggara perjalanan wajib melaporkan jamaah yang akan diberangkatkan kepada Kementerian Agama.

Bagi masyarakat khususnya umat Islam yang telah mendaftar umroh/akan berangkat umroh dapat mengecek status keberangkatannya melalui aplikasi Sipatuh Kementerian Agama.

Kemenag mengimbau kepada masyarakat agar menggunakan jasa penyelenggara perjalanan umroh/travel yang berizin, agar tidak menuai masalah. (red)