6 Proyek Dana SMI Merangin 2021 jadi Temuan BPK, Nilainya Miliaran Rupiah

Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) beberapa hari lalu telah menyerahkan Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) ke Pemkab Merangin. Bahkan Pemkab Merangin mendapat predikat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari BPK.

6 Proyek Dana SMI Merangin 2021 jadi Temuan BPK, Nilainya Miliaran Rupiah
Ilustrasi

BRITO.ID, BERITA MERANGIN - Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) beberapa hari lalu telah menyerahkan Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) ke Pemkab Merangin. Bahkan Pemkab Merangin mendapat predikat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari BPK.

Namun prestasi ini tidak begitu berjalan mulus, karena BPK mencatat ada sejumlah temuan besar di Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang (DPUPR), dengan total sebanyak Rp5,95 Miliar.

Temuan tersebut terdapat di 9 paket pekerjaan belanja modal jalan, pembangunan irigasi serta jaringan. Serta informasi yang didapat, 6 dari 9 paket tersebut merupakan proyek yang menggunakan dana pinjaman PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI).

6 pekerjaan tersebut diantaranya, pekerjaan jalan Simpang Sumber Agus menuju arah Sari Sembilan batas Tebo, Jalan Simpang Danau Pauh menuju Rantau Kermas, jalan dari Muara Jernih ke Muara Kibul, jalan Desa Sakai menuju Rantau Limau Kapas, jalan Pulau layang ke Desa Nalo Gedang dan jalan Desa Rasau menuju Tambang Emas.

Inspektur Inspektorat Merangin, Hatam Tafsir, yang dikonfirmasi Brito.id via telephone membenarkan adanya temuan tersebut, dan mengatakan kalau saat ini pihaknya meminta pihak ketiga untuk mengembalikan kerugian negara tersebut.

"Benar memang ada temuan di Proyek SMI, dan sekarang kami sudah meminta kepada para rekanan untuk mengembalikan kerugian negara dengan batas waktu 60 hari, suratnya pun sudah diteken oleh Pak Bupati," katanya.

Hanya saja, hingga berita ini diturunkan belum ada tanggapan resmi dari Dinas PUPR Merangin, pasalnya Plt Kadis PUPR, Abdul Gani, ketika coba dikonfirmasi masih berada di luar daerah.

"Abang masih rapat di Jakarta," singkatnya melalui telephone. (red)