Abunassar: Salib 'McJesus' Hina Simbol Kristen

Abunassar: Salib 'McJesus' Hina Simbol Kristen

BRITO.ID, BERITA TEL AVIV - Karya seni kontroversial 'McJesus' yang dipamerkan di Israel dianggap menghina simbol keagamaan. Para pemimpin Kristen di Israel bersikeras menuntut karya seni itu dicopot dari pameran.

'McJesus' yang dibuat seniman Kristen asal Finlandia, Jani Leinonen, menampilkan maskot restoran cepat saji, Ronald McDonald, disalib seperti Yesus. 'McJesus' dipamerkan bersama sebuah karya sen
i lainnya yang menunjukkan boneka Ken sedang tersenyum dan disalib yang juga dimaksudkan menggambarkan Yesus.

Kedua karya seni itu memicu aksi protes saat dipamerkan di Haifa Museum of Art yang ada di Israel, sebagai bagian dari pameran 'Sacred Goods' yang bertemakan agama dan keyakinan dalam budaya konsumerisme. Pameran digelar di Israel sejak Agustus 2018. Juru bicara museum menyebut karya seni itu telah banyak dipajang 'di banyak museum Eropa' dan 'menyinggung soal penggunaan simbol-simbol agama secara sinis oleh korporasi-korporasi besar'.

Seperti dilansir AFP dan TIME, Selasa (15/1), penasihat para pemimpin gereja di Israel, Wadie Abunassar, menyebut karya seni semacam itu sama saja dengan penistaan agama bagi warga di Timur Tengah.

"Kita bukan di Eropa, kita di Israel," sebut Abunassar. "Bagi kami, sebagai warga Arab dan penganut Kristen, ini merupakan penghinaan bagi simbol kami dan kami menuntut pencopotannya," tegasnya.

Pihak museum menolak untuk mencopot karya seni yang diprotes itu. Mereka berargumen bahwa pencopotan karya seni karena tekanan pihak luar, jelas merupakan pelanggaran terhadap kebebasan berekspresi. Direktur museum tersebut, Nissim Tal, mengaku kaget saat mengetahui karya seni itu menuai protes. Terlebih, karya seni itu sebenarnya telah dipamerkan selama beberapa bulan terakhir. Karya seni itu juga dipamerkan di beberapa negara tanpa insiden.

Aksi protes tampaknya muncul setelah para pengunjung banyak membagikan foto 'McJesus' via media sosial. Foto-foto karya seni itu mulai beredar di media sosial sejak pekan lalu dan memancing kemarahan publik, khususnya kalangan minoritas Kristen Arab. Bahkan pada Jumat (11/1) waktu setempat, unjuk rasa digelar di luar museum tempat 'McJesus' dipamerkan. Tiga polisi setempat mengalami luka-luka akibat dilempari batu saat mengamankan unjuk rasa.

Menyusul aksi protes, pihak museum menggelar pertemuan dengan para pemimpin komunitas Kristen. Hasilnya, pihak museum sepakat memasang papan peringatan berbunyi 'konten ofensif' di pintu masuk pameran. Peringatan itu juga menyebut bahwa karya seni yang dipamerkan tidak bermaksud menghina.

"Ini hal paling maksimal yang bisa kami lakukan. Jika kami mencopot karya seni itu, keesokan harinya kami akan mendapati para politikus menuntut kami mencopot karya seni yang lain dan kami akan berakhir dengan hanya foto-foto bunga warna-warni di museum," ucap Nisim Tal.

Solusi itu tidak memuaskan para pemimpin komunitas Kristen setempat. Mereka mengajukan petisi ke pengadilan distrik Haifa yang meminta agar pihak museum dan otoritas setempat mencopot 'McJesus' dan 'Ken Jesus Christ'.

"Kita perlu memahami bahwa kebebasan berekspresi diinterpretasikan dengan cara berbeda dalam masyarakat berbeda," ujar Abunassar. "Jika karya ini ditujukan pada non-Kristen, dunia akan berguncang," imbuhnya.

Namun ditegaskan Tal bahwa museum tidak akan tunduk pada tekanan religius maupun tekanan politik. "Kami akan membela kebebasan berbicara, kebebasan seni dan kebebasan budaya dan tidak akan mencopotnya (karya seni-red)," tegasnya. (red)