Ada Penelusuran Kanal Kuno di Festival Candi Muara Jambi, Bagaimana Sensasinya
Festival Candi Muara Jambi akan dilaksanakan pada 29-31 Juli 2021 mendatang. Seperti sama-sama diketahui, FCMJ terpilih sebagai salah satu event yang diikutsertakan dalam ajang Kharisma Event Nusantara (KEN) yang dihelat Kementrian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia.
BRITO.ID, BERITA MUAROJAMBI - Festival Candi Muara Jambi akan dilaksanakan pada 29-31 Juli 2021 mendatang. Seperti sama-sama diketahui, FCMJ terpilih sebagai salah satu event yang diikutsertakan dalam ajang Kharisma Event Nusantara (KEN) yang dihelat Kementrian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia.
"FCMJ akan dilaksanakan pada 29-31 Juli bulan depan. Ini kita lagi mempersiapkan dan mematangkan acara tersebut," kata Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga Muarojambi Ridwan Jum'at (11/6/21).
Kata Ridwan, dalam ajang KEN FCMJ kali ini juga mengikutsertakan atau mengundang perwakilan situs-situs percandian yang ada di pulau Sumatera dan Jawa.
Sebagai persiapan, pihaknya kemarin sudah melaksanakan rapat untuk mematangkan kegiatan tersebut dengan mengundang pihak dan stakeholder terkait. Beberapa hal krusial dibicarakan termasuk muatan baru yang akan dilaksanakan dalam event tersebut.
"Tahun ini kita mengangkat tagline 4B yakni Bangkit, Berkolaboratif, Berinovatif dan Berkearifan Lokal. Dalam festival nanti juga bakal ada muatan baru yakni telusur kanal kuno. Juga untuk festival kulinernya nanti kita buat festival Ikan Senggung yang merupakan kuliner khas masyarakat setempat," kata Ridwan.
Untuk muatan terlusur kanal kuno ini, terang Ridwan, para wisatawan nanti akan diajak menelusuri kanal-kanal kuno di seputaran candi dengan dipandu tour guide atau pemandu wisata yang akan menjelaskan riwayat dan pengetahuan seputar candi Muarajambi.
"Kalau untuk festival ikan senggung ini nanti akan diikuti oleh desa-desa penyangga atau desa di sekitaran candi Muarajambi," kata Ridwan.
Ikan Senggung jelas Ridwan, merupakan kuliner khas warga sekitar situs percandian Muarajambi. Kuliner ini berbahan dasar ikan sungai sejenis ikan Gabus atau ikan Toman (jenis ikan snakehead). Nantinya, ikan tersebut dimasak dengan cara dipanggang menggunakan bambu.
"Ikan tersebut dimasukkan ke dalam bambu kemudian dibakar atau dipanggang. Rasa dan citarasanya enak dan khas. Nanti akan dinilai dari segi rasa serta tampilan sekaligus mempromosikan ikan senggung ini agar lebih dibela khalayak," kata Ridwan.
Tak lupa, Ridwan juga menjelaskan bahwa kegiatan ini nanti bakal dilaksanakan secara online dan offline. Selain itu, kegiatan juga tetap menerapkan secara ketat protokol kesehatan.
"Mengingat saat ini masih dalam suasana Pandemi, tentunya protokol ketat akan diterapkan. Kami juga mengajak dan mengimbau seluruh masyarakat Muarojambi untuk mensukseskan event ini agar bisa berbicara lebih di tingkat Nasional bahkan hingga Internasional," kata Ridwan.
Penulis: Raden Romi
Editor: Rhizki Okfiandi
