Asap Kian Tebal, Andriansyah Soroti Tata Kelola Lingkungan Pemerintah: Bungo Juga Terancam Banjir
BRITO.ID, BERITA BUNGO — Kondisi asap yang kian menebal di wilayah Kabupaten Bungo dan sejumlah daerah di Provinsi Jambi menjadi perhatian serius. Selain berdampak terhadap kesehatan masyarakat, situasi ini dinilai menjadi pengingat penting bagi pemerintah daerah untuk membenahi tata kelola lingkungan secara menyeluruh.
H Andriansyah, SE, MSI, Ahli sekaligus pengamat Ekonomi Bungo, menilai persoalan lingkungan tidak cukup ditangani hanya ketika bencana atau dampaknya sudah dirasakan masyarakat. Menurutnya, pemerintah perlu memahami manajemen lingkungan sebagai bagian penting dari manajemen pemerintahan.
“Perlu mempelajari manajemen lingkungan. Rata-rata kepala daerah bukan orang yang punya basic manajemen pemerintahan. Apa-apa yang diperintah adalah mengikuti aturan pemerintah. Yang dikelola dalam pemerintahan itu lingkungan hidup, yang hidup dalam semua lingkungan kabupaten,” ujar Andriansyah saat dimintai tanggapan terkait kondisi asap yang semakin tebal, Jumat (9/10).
Ia menjelaskan, setiap ekosistem memiliki karakteristik dan kebutuhan pengelolaan yang berbeda. Karena itu, kebijakan pemerintah daerah harus disusun berdasarkan kondisi lingkungan di wilayah masing-masing, bukan sekadar menjalankan program secara administratif.
Menurutnya, seluruh aspek lingkungan tersebut harus terintegrasi dalam tata kelola pemerintahan agar upaya pencegahan dan penanganan persoalan lingkungan dapat berjalan lebih efektif.
“Setiap ekosistem itu berbeda manajemennya, tetapi semua terangkum dalam manajemen pemerintahan. Maka, apa yang perlu dilakukan pemerintah sekarang ini? Tata kelola lingkungannya dulu dengan benar,” tegasnya.
Andriansyah mengingatkan, persoalan asap yang terjadi saat ini juga perlu menjadi bahan evaluasi bagi pemerintah dalam menyiapkan langkah antisipasi menghadapi ancaman bencana berikutnya.
Pasalnya, setelah periode cuaca kering dan persoalan asap, Kabupaten Bungo serta sejumlah wilayah di Provinsi Jambi berpotensi kembali menghadapi persoalan banjir ketika musim hujan tiba.
“Ini baru asap, sebentar lagi musim hujan. Bungo dan Jambi jelas rawan banjir setiap tahun,” ungkapnya.
Pernyataan tersebut menjadi peringatan agar pemerintah tidak hanya berfokus pada penanganan dampak yang sedang terjadi, tetapi juga mempersiapkan langkah pencegahan terhadap potensi bencana selanjutnya.
Dalam konteks tersebut, pemerintah daerah perlu memperkuat koordinasi lintas organisasi perangkat daerah, meningkatkan pengawasan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan, serta memastikan kesiapsiagaan menghadapi banjir melalui pemantauan daerah rawan, pengelolaan drainase, dan perlindungan kawasan resapan air.
Di sisi lain, masyarakat juga diharapkan berperan aktif dalam menjaga lingkungan, tidak melakukan pembakaran lahan, serta melaporkan apabila menemukan titik api atau kondisi yang berpotensi menimbulkan bencana.
Bagi Andriansyah, persoalan asap dan ancaman banjir seharusnya menjadi momentum bagi pemerintah daerah untuk mengevaluasi bagaimana lingkungan dikelola secara berkelanjutan.
Dengan tata kelola lingkungan yang lebih baik, pemerintah diharapkan tidak hanya mampu merespons bencana ketika terjadi, tetapi juga mengurangi risiko dan dampaknya bagi masyarakat.
(ari)

Ari W