Bantu PEN, BPJN IV Jambi Bikin Program Padat Karya Tunai dan Beli Bokar

Kementrian PUPR melalui Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) Wilayah IV membuat program revitalisasi drainase dengan skema padat karya tunai, guna menyerap banyak tenaga kerja. Kegiatan ini bertujuan untuk membantu pemulihan ekonomi nasional (PEN)

Bantu PEN, BPJN IV Jambi Bikin Program Padat Karya Tunai dan Beli Bokar
Bosar (Herman/Brito.id)

BRITO.ID, BERITA JAMBI - Kementrian PUPR melalui Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) Wilayah IV membuat program revitalisasi drainase dengan skema padat karya tunai, guna menyerap banyak tenaga kerja. Kegiatan ini bertujuan untuk membantu pemulihan ekonomi nasional (PEN).

Anggaran yang disediakan Kementrian sebesar Rp31,1 Miliar untuk revitalisasi drainase dengan swakelola. Revitalisasi ini tipe pembersihan saluran agar kembali normal. 

"Ini bukan kontraktual, tapi swakelola. Kegiatan ini disebar di 10 PPK (pejabat pembuat komitmen) Balai di Provinsi Jambi," kata Kepala BPJN Wilayah IV Jambi Bosar H Pasaribu.

Bosar menjelaskan kegiatan ini telah berjalan dan progresnya telah mencapai 60 persen dengan target hingga 30 September mendatang.

"Caranya itu kita mendatangi para kepala desa, tanya kepala desa siapa yang menganggur dan bersedia bekerja. Mereka yang menganggur bisa kita tampung untuk mengerjakan revitalisasi drainase ini," terang Bosar. 

Warga yang membantu dibayar langsung PPK minimal Rp110 ribu perhari setiap hari kerja. "Hari orang kerja (HOK) nya itu kita targetkan 129 ribu. Jadi lumayan lah di masa-masa sulit ini membantu menyerap tenaga kerja untuk meredam resesi," jelasnya. 

Bosar juga menceritakan program pembelian bahan olah karet (Bokar) untuk bahan campuran aspal, yang dibeli dari petani oleh Kementrian PUPR di Provinsi Jambi. Dan kini juga dimasukkan dalam program PEN. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan harga karet petani. 

"Awalnya Bokar ini tidak bagian dari PEN, namun adanya covid akhirnya dimasukkan dalam program PEN. Nilainya kurang lebih Rp10 Miliar. Sekarang progresnya sudah 80 persen," tutupnya. 

Penulis: Herman
Editor: Ari