BPH Migas Sebut 125.000 Peniaga Pertamini Ilegal

BPH Migas Sebut 125.000 Peniaga Pertamini Ilegal

BRITO.ID, BERITA PANGKALPINANG - Badan Pengatur Hilir Minyak Bumi dan Gas (BPH Migas) menyatakan 125.000 peniaga bahan bakar minyak pertamini di Indonesia ilegal, karena tidak memiliki izin usaha menyalurkan BBM kepada masyarakat.

"Meskipun pertamini ini hanya menjual BBM sebotol atau dua botol (tetapi harus) tetap memiliki izin," kata Komite BPH Migas Ibnu Fajar di Pangkalpinang, Jumat (30/11).

Ia menegaskan seluruh peniaga BBM harus memiliki izin sepertii diatur dalam Undang-Undang Nomor 22 tahun 2001, namun persoalannya saat ini Indonesia masih kekurangan lembaga penyalur sehingga tumbuhlah pertamini.

"Pertamini ini ilegal, tetapi bermanfaat bagi kelancaran pendistribusian bahan bakar minyak masyarakat," ujarnya.

Namun demikian, kedepannya pertamini ini harus ditertibkan, tetapi tidak secara frontal atau langsung ditutup, karena akan mengganggu ketersediaan BBM di masyarakat.

"Penutupan pertamini ini harus ada pembinaan dan program untuk mengakomodir pelaku usaha BBM ini menjadi legal," katanya.

Menurut dia keberadaan pertamini cukup memberikan manfaat, karena masyarakat mudah mendapatkan BBM untuk menunjang usaha dalam meningkatkan kesejahteraan keluarganya.

"Kita lihat sekarang, polisi juga tidak bisa langsung menutup pertamini ini, karena usaha ini memberikan manfaat bagi masyarakat untuk mendapatkan BBM," ujarnya. (red)