Bupati Asahan yang Agamis Taufa Gama Simatupang Dimakamkan di Medan

Bupati Asahan yang Agamis Taufa Gama Simatupang Dimakamkan di Medan

BRITO.ID, BERITA MEDAN - Jenazah almarhum Bupati Asahan Taufan Gama Simatupang tiba di Tanah Wakaf Kaum Muslim Kayu Besar Jalan Thamrin Medan pukul 12.10 WI, Selasa (23/4)

Taufan yang juga disebut Buya atau tokoh masyarakat yang menjadi Pimpinan Umum PMDU (Pondok Pesantren Daar Al Uluum) Asahan ini tutup usia pada 22 April 2019 di Rumah Sakit Colombia Jalan Listrik No.2A, Medan Petisah, pukul 19.00 Wib

Hadir dalam prosesi pemakaman Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi beserta istri Nawal Lubis, Wakil Gubernur Sumatera Utara Musa Rajekshah beserta istri Sri Ayu Mihari, Walikota Medan Tengku Dzulmi Eldin.

Untuk diketahui Taufan Lahir di Medan 28 Agustus 1963, dan memiliki memiliki 5 orang anak hasil buah cintanya dengan Winda Fitrika Keenam anak Taufan, di antaranya Sesvianda Fatma Yuliandari Simatupang, Namira Rahma Simatupang, Nurfatimah Aprilianda Simatupang, Siti Aisyah Simatupang dan Imam Akbar Abdulmanan Simatupang.

Pantauan di lokasi, jenazah Bupati Asahan Almarhum Taufan Gama Simatupang tiba di Tanah Wakaf Kaum Muslin Kayu Besar Jalan Thamrin Medan pukul 12.10 WIB.

Jenazah tiba dengan menggunakan Mobil ambulancs. Sanak saudara yang menggunakan pakaian serba putih tak mampu menahan tangis saat jenazah Taufan memasuki area pemakaman

Hadir juga dalam prosesi pemakaman Wali Kota Medan Tengku Dzulmi Eldi, Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Sumatera Utara Sabrin, beserta para pejabat lainnya.

Almarhum Taufan yang juga disebut Buya atau Tokoh Masyarakat yang menjadi Pimpinan Umum  Pondok Pesantren Daar Al Uluum (PMDU) Asahan ini tutup usia pada 22 April 2019 di Rumah Sakit Colombia Jalan Listrik No.2A, Medan Petisah, pukul 19.00 WIB

Untuk diketahui Almarhum Taufan lahir di Medan 28 Agustus 1963, dan memiliki 5 orang anak hasil buah cintanya dengan Winda Fitrika. Kelima anak Taufan, di antaranya Sesvianda Fatma Yuliandari Simatupang, Namira Rahma Simatupang, Nurfatimah Aprilianda Simatupang, Siti Aisyah Simatupang dan Imam Akbar Abdulmanan Simatupang. (red)