Cara Mengukur dan Menganalisa Traffic Website Menggunakan Alexa PageRank

Cara Mengukur dan Menganalisa Traffic Website Menggunakan Alexa PageRank

BRITO.ID, BERITA JAMBI - Alexa adalah sebuah perusahaan independen berdiri tahun 1996 kemudian diakuisisi oleh Amazon pada tahun 1999. Toolbar yang diciptakan oleh Alexa mengumpulkan data berupa kebiasaan berselancar penggunanya di internet dan mengirimkannya ke pusat data Alexa, di mana data-data tersebut disimpan dan dianalisa, sehingga menjadi dasar dari laporan web traffic yang diberikan web / blog kepada pembacanya.

Sebelumnya Alexa juga merupakan mensin pencari (seperti google) namun dihentikan pada tahun 2008. Tercatat di tahun 2014, Alexa menyediakan data traffic, rangking situs web secara global maupun Negara tertentu, dan berbagai informasi lainnya pada lebih dari 30 juta situs web yang terdaftar. Situs Alexa sendiri dikunjungi lebih dari 8,8 juta orang setiap bulannya.

Bagaimana caranya? Sangat sederhana, masuk ke https://www.alexa.com/siteinfo dan masukkan alamat web kemudian find. Disitu akan muncul rangking sebuah web secara internasional maupun negara.

Contohnya kita masukkan alamat laman ini https://brito.id maka muncul hasil Global Rank : 5,886,295 (naik 6,281,705 dari beberapa hari sebelumnya), laman ini diketahui masuk rangking 76,490 di Indonesia.

Berdasarkan Visitors by Country https://brito.id paling banyak dikunjungi oleh 85,7 % dari Indonesia. Bagian ini menjelaskan seberapa banyak visitor dari suatu negara. brito.id memiliki 85,7 % visitor dari Indonesia sedang sisanya sekitar 14,3 % berasal dari negara selain Indonesia. Apakah itu orang Indonesia yang berada di luar negeri ataupun memang berasal dari negara lain. 

Kemudian ada tulisan How engaged are visitors to brito.id ?

  1. Bounce Rate: 65.60% (Turun 4%). Bounce Rate adalah persentase pengunjung yang meninggalkan web setelah hanya membuka halaman utama web / atau halaman tertentu, namun tidak membuka halaman lainnya. Rumus Bounce Rate= (Jumlah pengunjung yang hanya mengunjungi satu halaman/Jumlah total kunjungan) x 100%. Jadi semakin tinggi Bounce Rate maka semakin tidak ideal web tersebut, dan begitu juga sebaliknya. Bounce Rate ideal adalah 20% kebawah, dalam hal ini brito.id menurut penghitungan Alexa memiliki 65.60% yang artinya setiap 100 kunjungan sekitar 65.60 % hanya mengunjungi satu halaman web

  2. Daily Pageviewes per Visitor 2.10 (Naik 4%) adalah berapa rata-rata halaman yang dikunjungi oleh satu visitor perharinya. Https://brito.id memiliki rataan 2.10 artinya jika ada 100 visitor setiap harinya maka ada 200 halaman diakses oleh pengunjung laman ini setiap harinya.

  3. Daily Time on Site 2:47 (Turun 36.00%). Semakin tinggi maka semakin bagus, ini adalah satuan waktu berapa lama rata-rata visitor melihat isi sebuah web, jika sebuah web memiliki konten yang bagus maka akan membuat visitor bertahan lama di web, apalagi jika memiliki konten yang banyak dan bagus-bagus sehingga bermanfaat bagi yang membacanya.

Where do Brito.id’s visitors come from? Berdasarkan Search Visits 21.90 % (Naik 22.00%). Ini menjelaskan dari mana datangnya visitor brito.id, menurut Alexa 21.90% mencari di Search Engine apakah itu berupa google, yahoo, yandex, pinterest dan sebagainya. Kaitannya ini menguji seberapa kuat SEO (Search Engine Optimization) yaitu sebuah kegiatan secara sistematis yang bertujuan untuk meningkatkan volume/jumlah/kepadatan dan kualitas trafik kunjungan melalui mesin pencari menuju web tertentu dengan memanfaatkan mekanisme kerja atau algoritma mesin pencari tersebut.

Tujuan SEO adalah menempatkan sebuah web pada posisi teratas, atau setidaknya halaman pertama hasil pencarian berdasarkan kata kunci tertentu yang ditargetkan. Logikanya, web yang menempati posisi teratas pada hasil pencarian memiliki peluang lebih besar untuk mendapatkan pengunjung.

Sebuah anekdot berkata, “tempat paling baik menyembunyikan sesuatu adalah pada halaman kedua Google (mesin pencari utama di dunia).” Semakin baik SEO sebuah web maka semakin tinggi persentase Search Visit. Mengapa? Karena melalui mesin pencari yang disebut juga dengan “trafik alami” tanpa adanya sponsor atau tautan dari media sosial. Artinya seach engine bekerja mengarahkan visitor datang dengan tanpa usaha dan tanpa biaya. (sdj)