DPRD Muarojambi Sidak Pekerjaan Trotoar Kantor Bupati

Pelaksanaan pekerjaan Rehab Trotoar di lingkungan Kantor Bupati Muaro Jambi saat ini tengah berjalan, namun banyak kejanggalan yang ditemukan dalam pekerjaan dengan proyek senilai Rp2 Miliar ini.

DPRD Muarojambi Sidak Pekerjaan Trotoar Kantor Bupati
Sidak yang Dilakukan DPRD Muarojambi (ist)

BRITO. ID, BERITA MUAROJAMBI - Pelaksanaan pekerjaan Rehab Trotoar di lingkungan Kantor Bupati Muaro Jambi saat ini tengah berjalan, namun banyak kejanggalan yang ditemukan dalam pekerjaan dengan proyek senilai Rp2 Miliar ini.

Beberapa kejanggalan ini ditemukan oleh beberapa anggota DPRD Muaro Jambi saat melakukan sidak ke lokasi proyek, dimana beberapa bagian rehab Trotoar dianggap keliru dalam pembangunannya.

Usman Halik Anggota DPRD Muarojambi saat di lokasi proyek mengatakan bahwa pembangunan ini banyak yang harus diperbaiki, walau belum selesai dibangun namun ada beberapa bagian proyek yang dianggap tidak berguna mis informasi.

"Ini proyek senilai 2 Miliar telah direncanakan sejak 2 tahun lalu, namun saat kami lihat dalam pembangunannya banyak kejanggalan, lihat ini pipanya pecah, malah di ujungnya malah buntu mana air bisa mengalir, ini harus segera diperbaiki,"ujar Usman. 

Lebih lanjut Usman mengatakan bahwa selain pipa pecah, sebelumnya ada beberapa bagian yang dibobok dadakan, menurut dinas PU bagian yang dibobok akan ditambah besi untuk menambah kekuatan trotoar.

"Katanya bagian yang ini (yang dibobok) adalah untuk menambah kekuatan, namun nyatanya kita lihat bagian ini dimasukkan pipa pembuangan air, kalau mau masukkan pipa kenapa tidak dari awal, bagaimana sistem kerja kontraktor ini,"imbuh Usman.

Atas temuan ini, Dewan akan memanggil Kadis PUPR Muarojambi dan mempertanyakan tentang pembangunan trotoar tersebut yang banyak misinformasi dalam pembangunan.

"Kami akan panggil Kadis PU, seharusnya mereka bekerja harus ada gambar dan perencanaan, kalau ada gambarnya atau perencanaan yang seperti dikerjakan di lapangan tunjukkan kepada kami dan kepada media, jangan sampai hal seperti ini terjadi lagi,"pungkasnya.(adv)