DPRD Tanjabtim Cari Jalan Ekspor Baru, Batam Disiapkan Jadi Pusat Hilirisasi Komoditas
BRITO.ID, BERITA BATAM — Komisi III DPRD Kabupaten Tanjung Jabung Timur (Tanjabtim) mendorong penguatan kerja sama ekonomi dan hilirisasi komoditas unggulan daerah dengan Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau. Langkah tersebut dinilai penting untuk meningkatkan nilai tambah produk daerah sekaligus memperluas akses perdagangan hingga pasar ekspor internasional.
Dorongan itu disampaikan Sekretaris Komisi III DPRD Tanjabtim, Muhammad Samin, bersama anggota Komisi III lainnya yakni Usman, Sulpani, dan Danny Dwi Anggara saat melakukan kunjungan dan konsultasi ke Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Batam.
Muhammad Samin mengatakan, terdapat tiga komoditas unggulan Tanjabtim yang menjadi fokus pengembangan kerja sama, yakni kelapa dalam, pinang, dan sawit. Ketiga sektor tersebut selama ini menjadi tulang punggung ekonomi masyarakat Tanjabtim.
Politisi Partai Golkar asal Mendahara Tengah itu menilai Kota Batam memiliki posisi strategis sebagai kawasan perdagangan bebas (FTZ), pusat industri, sekaligus pintu ekspor internasional yang potensial untuk mendukung hilirisasi komoditas daerah.
“Kami melihat Batam memiliki peluang besar sebagai pusat perdagangan dan industri hilir. Karena itu, kami mendorong agar ke depan Pemerintah Kabupaten Tanjabtim dapat menjalin kerja sama konkret sehingga komoditas unggulan daerah tidak hanya dijual dalam bentuk mentah, tetapi bisa diolah menjadi produk bernilai tambah tinggi,” ujar Muhammad Samin.
Ia menjelaskan, komoditas kelapa dalam memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi berbagai produk turunan seperti virgin coconut oil (VCO), briket tempurung, hingga produk makanan dan kosmetik. Sementara itu, komoditas pinang dinilai memiliki pasar ekspor yang cukup menjanjikan ke sejumlah negara di Asia Selatan dan Timur Tengah.
Selain itu, sektor sawit juga dinilai memiliki peluang besar untuk dikembangkan melalui industri hilir seperti oleokimia, biodiesel, dan berbagai produk turunan lainnya.

Menurut Muhammad Samin, sinergi antara daerah penghasil bahan baku dengan kawasan industri menjadi langkah penting dalam memperkuat ekonomi daerah.
“Kami ingin ada konektivitas antara daerah penghasil komoditas seperti Tanjabtim dengan kawasan industri dan perdagangan seperti Batam. Dengan begitu, manfaat ekonominya tidak hanya dirasakan perusahaan besar, tetapi juga masyarakat dan UMKM lokal,” katanya.
Hal senada disampaikan Usman, anggota Komisi III DPRD Tanjabtim dari Partai Gerindra. Ia menegaskan, pemerintah daerah sudah harus mulai memikirkan langkah konkret agar tiga komoditas unggulan Tanjabtim memiliki nilai jual yang lebih tinggi.
“Kami di Komisi III melihat ada peluang besar untuk menjalin kerja sama dengan Kota Batam setelah melakukan konsultasi dengan pemerintah setempat. Potensi ini harus dimanfaatkan agar komoditas unggulan Tanjabtim bisa bernilai lebih tinggi,” tegasnya.

Sementara itu, Sulpani dari Partai Amanat Nasional (PAN) mengatakan, Tanjabtim sudah saatnya naik kelas dari sekadar daerah penghasil bahan mentah menjadi daerah yang memiliki daya saing berbasis industri pengolahan dan hilirisasi.
“Sudah saatnya tiga komoditas unggulan Tanjabtim ini memiliki nilai tambah yang lebih tinggi sehingga kesejahteraan masyarakat dapat meningkat. Pemerintah harus hadir untuk kepentingan masyarakat Tanjabtim dan kami akan terus mendorong hal tersebut,” ujar Sulpani yang turut diaminkan Danny Dwi Anggara.
Terpisah, Sekretaris Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Batam, Ghufron Roni, menyambut baik peluang kerja sama tersebut. Ia menyebut Batam sebagai salah satu kawasan industri terbesar di Indonesia yang terbuka untuk menjalin kemitraan dengan daerah lain.
“Dari paparan Sekretaris Komisi III tadi, ada potensi besar bahan baku yang bisa dikerjasamakan, khususnya kelapa dalam. Di Batam sendiri terdapat industri pengolahan kelapa yang mengolah seluruh bagian kelapa, mulai dari sabut, batok, hingga isi kelapa,” jelas Ghufron.
Ia menambahkan, industri pengolahan kelapa yang berada di kawasan Sekupang hingga saat ini masih membutuhkan tambahan pasokan bahan baku.
“Saya kira ini menjadi langkah awal yang baik. Untuk tindak lanjutnya, kami siap memfasilitasi pertemuan dengan perusahaan pengolahan kelapa yang ada di Sekupang,” tandasnya.
(Red)

Ari W