Dugaan Surat Rekapitulasi Lurah Kenali Besar, Begini Kata Kabag Humas Pemkot Jambi

Dugaan Surat Rekapitulasi Lurah Kenali Besar, Begini Kata Kabag Humas Pemkot Jambi

BRITO.ID, BERITA JAMBI - Dugaan terbitnya dokumen hasil rekapitulasi yang dibuat oleh Hamdani, Lurah Kenali Besar akan didalami oleh Panwaslu Kota Jambi.

Dikonfirmasi, Ari Juniarman Ketua Panwaslu Kota Jambi menjelaskan dirinya baru saja mendapatkan info dari media sosial. Saat ini sedang menelusuri unsur yang dilakukan oleh lurah itu.

"Kasus ini akan ditelusuri terlebih dahulu untuk mencari kebenaran. Jika nanti terbukti, Lurah Kenali Besar segera kita panggil untuk dimintai keterangannya," kata Ketua Panwaslu saat ditemui di ruang kerjanya, Sabtu (19/4) sore.

Jika dari hasil pendalaman nantinya memang terbukti, akan ditindak sesuai undang-undang yang berlaku.

"Jika yang bersangkutan terbukti melakukan pelanggaran pemilu, akan kita tindak. Jika melanggar undang-undang ASN akan kita ajukan ke tingkat lebih atas," pungkas Ari.

Sementara itu, Kabag Humas Kota Jambi Abu Bakar mengatakan bahwa pihaknya telah mendapat klarifikasi terkait hal tersebut.

"Ya, saya telah mendapat informasi, bahwa pak lurah hanya berinisiatif sendiri untuk membuat estimasi perolehan suara sementara di wilayahnya. Dan itu untuk konsumsi sendiri bukan untuk umum," katanya.

Data dalam surat itu menurut Abu Bakar diperoleh dari hasil pemungutan suara di TPS-TPS dalam wilayah tugasnya. Karena data itu diperoleh dari stafnya tentu saja mungkin tidak valid dan hanya bersifat sementara. Sebab bukan langsung dari penyelenggara pemilu dengan dokumen yang resmi.

"Jadi motifnya tidak lebih dari itu, hanya membuat perkiraan dan untuk kepentingan sendiri, lembaga survei aja boleh kok membuat estimasi atau perkiraan, namun hasil akhir tetap pleno KPU," ujar Abu Bakar.

Abu Bakar menambahkan, surat yang dibuat lurah tersebut dapat dikesampingkan karena bukan dokumen resmi KPU. Terlebih lagi lurah tersebut sudah menyadari kekhilafannya dan menyatakan minta maaf.

"Apa yang dibuat lurah tersebut dapat dikesampingkan, karena itu bukan dokumen resmi pemilu. Terlebih lurah bersangkutan juga sudah meminta maaf atas kekhilafannya," tambah Abu Bakar.

Abu Bakar berharap persoalan yang sederahana ini hendaknya dapat diselesaikan secara bijak tanpa harus mengganggu proses pemilu serentak yang saat ini sedang berjalan kondusif di kota Jambi.

"Semua peserta pemilu hari ini kan masih mengikuti pleno PPK di Kecamatan, jadi silakan sama-sama menunggu penghitungan manual yang resmi di PPK, tanpa harus terganggu dengan surat lurah tersebut, karena surat itu tidak memilki implikasi dan kekuatan hukum dalam proses pemilu," pungkas Abu Bakar. (red)

Reporter: Dewi Yana Safitri